Hermus Ingatkan OPD Jangan Pakai Gaya ‘Campur Aduk’ Kelola Anggaran

Published on

MANOKWARI, linkpapua.com – Pemerintah Kabupaten Manokwari berkomitmen meningkatkan daya serap anggaran melalui APBD 2022. Komitmen itu dibuktikan dengan penyerahan Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA) di awal tahun.

Selain memastikan daya serap anggaran, realisasi DPA ini juga menjadi ukuran untuk menentukan kualitas pekerjaan maupun pelayanan pemeritahan yang dilaksanakan oleh seluruh OPD di lingkungan Pemkab Manokwari. Dengan daya serap anggaran maksimal maka, diharapkan menjadi akselerasi bagi penyaluran anggaran dari pusat ke daerah.

“Kita tidak mau terjebak dalam kesalahan yang sama. Kita berharap DPA diserahkan lebih awal lagi sehingga dipastikan pekerjaan bisa dilaksanakan di awal waktu juga. Agar tidak dikejar di sisa waktu,” kata Bupati Manokwari Hermus Indou saat memberikan arahan di sela penyerahan DPA di Gedung Sasana Karya, Jumat (14/1/2022)

Hermus berpesan, OPD agar mengelola anggaran lebih disiplin. Tidak mencapuradukkan sumber anggaran satu dengan sumber anggaran lainnya.

Seperti yang sudah terjadi di tahun-tahun sebelumnya kata Hermus, banyak pekerjaan yang teknis pembayarannya tumpang tindih akibat pengelolaan anggaran dengan pola campur aduk.

“Kita mesti disiplin dalam mengelola kegiatan berdasarkan sumber dana. Ini saya pesankan kepada badan keuangan (BPKAD), kalau kegiatannya bersumber dari DAK, dananya belum ada maka jangan pakai sumber lain untuk bayar. Kalau kegiatan dari dana Otsus, ya sudah tagihannya tumpuk saja sampai transfer dana masuk baru bisa layani. Itu kalau belum ada ya, jangan campur aduk,” ujarnya.

Digambarkan oleh bupati, bahwa tata kelola anggaran yang dicampuradukan sedemikian rupa itu seolah-olah menunjukkan ketidakpahaman atau ketidaktahuan pegawai tentang manajemen pemerintahan dan tata kelola keuangan pemerintah.

“Kalau seperti ini, kita seperti orang yang tidak paham pemerintahan. Saya minta ini jangan terjadi lagi. Kita harus disiplin. Jangan seperti yang sudah-sudah dan akhirnya kepala daerah kepala sakit pikir bagaimana bisa mencari uang untuk menutupinya,” tukasnya.

DPA yang diterima hari ini, lanjut Hermus, adalah berisi kegiatan pembangunan yang akan dikerjakan sebagai upaya pemerintah Kabupaten Manokwari. Dalam rangka pelayanan sekaligus upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta upaya membangun citra pemerintah daerah.

Oleh karena itu program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh OPD mesti memperhatikan kualitas dan sasaran dari kegiatan. Tidak sekadar mengejar target.

“Saya harapkan pekerjaan yang kita laksanakan tidak sekadar mengejar target. Tapi, bisa pastikan kualitas pekerjaan. Kita harus bisa persembahkan yang terbaik kepada masyarakat. Jangan kita kurangi volume pekerjaan. Kalau mengurangi maka kualitas juga akan berkurang. Banyak hal di dalam sistem pemerintahan kita terjadi seperti ini,” tutup Hermus Indou. (LP8/red)

Latest articles

Stok Sapi Kurban di Manokwari Aman Jelang Iduladha 2026, Harga Rp15...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan, dan Perikanan Kabupaten Manokwari, Papua Barat, memastikan ketersediaan sapi kurban mencukupi kebutuhan masyarakat menghadapi Lebaran Iduladha 2026....

More like this

Stok Sapi Kurban di Manokwari Aman Jelang Iduladha 2026, Harga Rp15 Juta per Ekor

MANOKWARI, LinkPapua.id – Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan, dan Perikanan Kabupaten Manokwari, Papua Barat, memastikan...

Haryono May: Pengelolaan Sampah Butuh Formulasi yang Tepat

MANOKWARI, Linkpapua.id – Anggota DPRK Manokwari Haryono M.K. May meminta agar pengelolaan sampah di...

Ijazah Ditahan karena Tunggakan, Trisep: Hak Siswa Jangan Dikorbankan

MANOKWARI, Linkpapua.id – Masih ditemukannya sejumlah sekolah yang menahan ijazah siswa karena belum melunasi...