Investasi Papua Barat tak capai target, serapan naker pun tak optimal

Published on

MANOKWARI,Linkpapuabarat.com-Realisasi investasi di Provinsi Papua Barat pada tahun 2020 tak mampu memenuhi target, hal ini pun berdampak terhadap proyeksi serapan tenaga kerja atau naker di daerah ini.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Papua Barat, Bungaran Sitanggang, Selasa (8/12), mengatakan pandemi COVID-19 membawa dampak cukup besar terhadap kegiatan investasi, baik yang sudah berjalan maupun yang baru memulai star.

Tak hanya COVID-19 masih cukup banyak kendala lain yang menjadi tantangan pada kegiatan investasi di daerah Papua Barat antara lain isu deforestasi, line clearing, penyiapan lahan, izin analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal) serta beberapa persoalan perizinan lain

“Ini terjadi di seluruh sektor dan juga terjadi pada penanaman modal dalam negeri maupun investasi modal asing,” kata Sitanggang.

Ia mengutarakan untuk investasi penanaman modal dalam negeri di Papua Barat pada 2020 ditargetkan mencapai Rp 70 triliun. Namun hingga triwulan III hanya terealisasi senilai Rp 472,4 miliar.

Investasi modal asing dari target 4,9 miliar dolar atau sekitar Rp74,8 triliun hanya 3,05 juta dolar atau Rp45,75 miliar yang terealisasi.

Pada penanaman modal dalam negeri diproyeksikan mampu menyerap tenaga kerja Indonesia (TKI) sebanyak 48.812 orang untuk 276 proyek yang targetkan dalam investasi tersebut.

“Hanya 125 proyek yang terealisasi dan TKI yang terserap hanya 3.995. Untuk TKA (tenaga kerja asing) tidak ada,” katanya.

Dalam investasi modal asing dari 174 proyek yang ditargetkan hanya 51 yang terealisasi. TKI yang terserap 803 orang dan TKA 18 orang.

“Dari penanaman modal asing serapan tenaga kerja yang diprosikan sebanyak 29.889 TKI dan 563 TKA. Tapi karena beberapa persoalan tadi, termasuk karena COVID-19 realisasinya jauh dari itu,” katanya.

Dia berharap pandemi COVID-19 bisa ditangani secara baik pada tahun 2021, sehingga memacu realisasi investasi di Papua Barat. Ia optimis investasi Papua Barat akan ada kenaikan di tahun 2021 jika COVID-19 sudah bisa ditangani.

“Investasi modal dalam negeri maupun asing kami yakin akan meningkat jika COVID-19 sudah bisa ditangani,”pungkasnya. (LPB1/red)

Latest articles

DPRK Teluk Wondama Setujui Pertanggungjawaban APBD 2025, Minta Pemkab Benahi PAD

0
TELUK WONDAMA, LinkPapua.id – DPRK Teluk Wondama, Papua Barat, menyetujui Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun anggaran 2025 menjadi peraturan daerah. Meski...

More like this

Tak Terhalang Domisili, Peserta JKN Asal Biak Rasakan Pelayanan Optimal di Manokwari

MANOKWARI, LinkPapua.id – Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) asal Kabupaten Biak, Papua, tetap memperoleh...

Dominggus Letakkan Batu Pertama Pembangunan Gereja GKI Betel Bremi, Sumbang 500 Sak Semen

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung...

Raker Apindo Papua Barat Bahas Penguatan Investasi-Penciptaan Lapangan Kerja

MANOKWARI, LinkPapua.id– DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Papua Barat menggelar Rapat Kerja (Raker) I...