MANOKWARI, LinkPapua.id – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Papua Barat meminta perusahaan peserta Job Fair 2026 memprioritaskan Orang Asli Papua (OAP). Job Fair yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat tersebut menggunakan anggaran Dana Otonomi Khusus (Otsus).
“Karena dana yang digunakan adalah Dana Otsus, implementasinya harus jelas untuk OAP,” ujar Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Papua Barat, Sani Rianti Werimon, kepada wartawan di lapangan voli Kantor Gubernur Papua Barat, Rabu (16/9/2026).
Job Fair tahun ini melibatkan 28 perusahaan dengan kebutuhan 643 peluang penempatan tenaga kerja. Jumlah tersebut lebih tinggi dari target awal pemerintah yang menetapkan 500 penempatan.
Sani mengatakan formasi yang tersedia berasal dari berbagai sektor usaha. Kebutuhan tenaga kerja juga tetap mengikuti posisi dan persyaratan yang ditetapkan masing-masing perusahaan.
“Harapannya perusahaan-perusahaan dapat berkomitmen untuk memprioritaskan OAP karena anggaran berasal dari Dana Otsus,” tuturnya.
Salah satu kebutuhan tenaga kerja datang dari sektor ritel. Indomaret disebut membutuhkan sekitar 150 pekerja untuk wilayah Manokwari hingga SP, sedangkan Alfamart menyediakan 100 lowongan khusus bagi OAP.
Formasi lainnya tersedia pada sektor pariwisata hingga minyak dan gas (migas). Setiap posisi memiliki persyaratan berbeda sesuai kebutuhan perusahaan.
Pencari kerja dapat mengikuti proses rekrutmen melalui barcode atau tautan yang disediakan panitia. Disnakertrans juga tetap melayani pendaftaran secara manual di stan Job Fair pada 16-17 September.
Sani menegaskan kegiatan tersebut bukan program pelatihan bagi pencari kerja. Pelamar yang diterima akan langsung mengikuti proses penempatan sesuai kebutuhan perusahaan.
“Tidak ada pelatihan, mereka siap ditempatkan. Jika diterima mereka akan langsung berhubungan dengan perusahaan terkait. Jika perusahaan ingin memberi pelatihan itu hak mereka,” katanya.
Dia mengatakan Job Fair diharapkan dapat membuka akses kerja sekaligus membantu mengurangi pengangguran di Kabupaten Manokwari. Namun, kegiatan tersebut disebut belum akan menurunkan angka pengangguran secara signifikan.
“Harapannya dapat mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Manokwari, meskipun tidak secara signifikan. Namun ini akan dilakukan berkelanjutan dengan harapan tahun depan bisa lebih banyak lowongan dan perusahaan,” ucapnya.
Menurut Sani, tersedianya 643 formasi belum berarti seluruh posisi akan terisi. Pemerintah masih perlu melihat hasil seleksi dan jumlah OAP yang akhirnya benar-benar ditempatkan oleh perusahaan.
Job Fair 2026 menjadi penyelenggaraan kedua di Papua Barat. Disnakertrans mengupayakan kegiatan serupa kembali digelar tahun depan dengan jumlah lowongan dan perusahaan yang lebih banyak. (LP14/red)
