MANOKWARI, LinkPapua.id – Kontingen Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mempromosikan identitas budaya Dayak saat bertanding pada kategori lomba musik pop gerejawi vokal grup dalam Pesparawi Nasional XIV, Manokwari, Papua Barat. Tim paduan suara ini sengaja memadukan harmonisasi lagu dengan atribut pakaian adat daerah.
“Puji Tuhan, peserta kami dapat tampil dengan baik. Mereka menunjukkan kesiapan dan semangat yang luar biasa. Harapan kami tentu dapat memperoleh hasil terbaik dalam perlombaan ini,” kata Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kalteng, Guntur Telajan, saat mendampingi tim di Arfak Convention Hall Polda Papua Barat, Senin (22/6/2026).
Para peserta naik ke atas panggung perlombaan dengan mengenakan Lawung Dayak, yaitu hiasan kepala tradisional khas masyarakat Dayak. Atribut tradisional tersebut dibuat langsung dari bahan rotan dan kulit kayu, serta dipadukan dengan hiasan bulu burung Tingang.
Busana panggung yang dikenakan seluruh penyanyi merupakan kombinasi rancangan unsur tradisional dan modern. Penampilan fisik tersebut sengaja ditonjolkan untuk menarik perhatian penonton di tengah kompetisi vokal yang ketat.
“Kami ingin memperkenalkan budaya Dayak kepada seluruh peserta dari berbagai provinsi. Melalui Pesparawi, kami tidak hanya memuliakan Tuhan lewat nyanyian, tetapi juga memperkenalkan warisan budaya yang kami miliki,” ujar Guntur.
Rombongan delegasi dari Bumi Tambun Bungai ini mendaratkan total 309 orang ke Pesparawi. Jumlah itu mencakup komponen penyanyi, tim pelatih, dirigen, pemain piano, pendamping kontingen, hingga kru pendukung.
Ajang nasional ini diposisikan sebagai ruang perjumpaan budaya yang mempertemukan perwakilan dari 38 provinsi di Indonesia. Penilaian akhir dari penampilan Kalteng kini sepenuhnya berada di tangan dewan juri untuk menentukan poin teknis dan artistik. (LP14/red)
