26.1 C
Manokwari
Selasa, Maret 17, 2026
26.1 C
Manokwari

Search for an article

More

    KPK Wanti-Wanti Kepala Daerah: Jangan Pikir Penyidik Mudik Lalu Bebas Korupsi!

    Published on

    JAKARTA, LinkPapua.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperingatkan seluruh kepala daerah agar tidak memanfaatkan momentum Lebaran Idulfitri 2026 untuk melakukan korupsi. Lembaga antirasuah menegaskan tim penindakan tetap bekerja penuh dan tidak akan melonggarkan pengawasan meskipun memasuki masa mudik Idulfitri.

    “Jangan berpikir bahwa kami karena Lebaran terus kami mau mudik, pulang gitu ya dan membiarkan terjadinya tindak-tindak korupsi di rentang waktu ke depan ini, tidak. Kami akan tetap hadir untuk melakukan penindakan apabila masih bandel melakukan tindak pidana korupsi, seperti itu,” kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu, Minggu (15/3/2026).

    Asep menegaskan operasional kedeputian penindakan tidak akan terganggu oleh jadwal libur nasional. Para penyidik tetap bersiaga di lapangan untuk memantau potensi penyimpangan anggaran daerah maupun praktik suap.

    “Jadi jangan pikir ‘wah mungkin nanti penyidik-penyidiknya pada mudik gitu ya’, seperti itu, tidak,” ujar Asep.

    Pernyataan ini disampaikan menyusul penahanan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT). Syamsul diduga melakukan pemerasan terhadap SKPD demi mendapatkan dana THR untuk kepentingan pribadi dan Forkopimda.

    Tercatat ada tiga kepala daerah yang telah terjaring operasi senyap KPK selama bulan Ramadan 2026. Selain Bupati Cilacap, KPK sebelumnya mengamankan Bupati Pekanbaru Fadia Arafiq dan Bupati Rejang Lebong M. Fikri Thobari.

    Fadia Arafiq ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan kasus benturan kepentingan pada awal Maret. Sementara itu, M. Fikri Thobari terjerat kasus dugaan suap proyek pembangunan di wilayahnya.

    KPK memastikan akan terus memproses hukum seluruh pejabat yang terbukti menyalahgunakan wewenang. Pengawasan ketat tetap diprioritaskan pada pos anggaran yang rawan diselewengkan menjelang hari raya. (*/red)

    Latest articles

    OPM Klaim Tembak 2 Nakes di Tambrauw, Sebut Korban Mata-Mata Aparat

    0
    TAMBRAUW, LinkPapua.id - Kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) menyatakan bertanggung jawab atas aksi penembakan yang menewaskan dua tenaga kesehatan (nakes) di Distrik Bamus Bama,...

    More like this

    Tok! MK Putuskan Eks Terpidana Tetap Bisa Ikut Pemilu-Pilkada

    JAKARTA, LinkPapua.id - Mahkamah Konstitusi (MK) menolak seluruh permohonan mahasiswa terkait larangan permanen bagi...

    12 Mayjen TNI Dimutasi Jelang Lebaran Idulfitri 2026, Ini Daftar Lengkapnya

    JAKARTA, LinkPapua.id - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melakukan mutasi besar-besaran terhadap 35 perwira...

    WFA ASN Periode Mudik Lebaran 2026 Berlaku Mulai Hari Ini, Cek Jadwalnya!

    JAKARTA, LinkPapua.id - Pemerintah resmi memberlakukan kebijakan work from anywhere (WFA) bagi aparatur sipil...
    Exit mobile version