TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan Revitalisasi Satuan Pendidikan se-Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Peresmian itu dilakukan melalui program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto dengan tema ‘Wujudkan Sekolah ASRI’.
“Revitalisasi dan digitalisasi bukan tujuan akhir, tetapi langkah awal untuk menghadirkan layanan pendidikan bermutu untuk semua,” ujar Abdul Mu’ti saat peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan di SMP Negeri 2 Kampung Korano Jaya, Teluk Bintuni, Jumat (29/5/2026).
Program revitalisasi itu menyasar 10 satuan pendidikan di Teluk Bintuni pada 2025. Pemkab Teluk Bintuni juga kembali menerima PHTC 2026 untuk 25 satuan pendidikan.
Selain revitalisasi fisik, Pemkab Teluk Bintuni menerima bantuan digitalisasi pendidikan berupa Interactive Flat Panel (IFP). Bantuan itu diberikan kepada 162 satuan pendidikan mulai jenjang PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK sederajat.
Abdul Mu’ti mengatakan sekolah berkualitas harus didukung sarana dan prasarana yang memadai. Dia juga menekankan lingkungan belajar harus aman, sehat, bersih, dan indah.
“Sekolah harus menjadi rumah kedua bagi anak-anak. Bukan hanya bangunannya yang baik, tetapi juga lingkungan sosial yang harmonis sehingga anak-anak merasa nyaman belajar dan tumbuh menjadi generasi Indonesia yang berkarakter,” katanya.
Secara nasional, pemerintah telah merealisasikan revitalisasi terhadap 16.167 satuan pendidikan pada 2025. Abdul Mu’ti menyebut tingkat penyelesaian program itu mencapai 100 persen, termasuk 10 sekolah di Teluk Bintuni.
Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp14 triliun pada 2026 untuk revitalisasi 11.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Jumlah itu akan ditambah hingga mencapai 71 ribu sekolah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Pak Presiden menargetkan pada akhir tahun 2028 seluruh sekolah di Indonesia sudah mendapatkan bantuan revitalisasi,” ungkapnya.
Abdul Mu’ti juga menyampaikan program peningkatan kualitas guru. Program itu mencakup beasiswa S1/D4 bagi guru yang belum sarjana, Pendidikan Profesi Guru (PPG), pelatihan pembelajaran mendalam, STEM, bimbingan konseling, hingga pelatihan bahasa Inggris.
Abdul Mu’ti mengatakan bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib mulai kelas 3 SD pada 2027. Dia menyebut kebijakan itu disiapkan untuk memperkuat kemampuan komunikasi global anak-anak Indonesia.
“Kami ingin anak-anak Indonesia memiliki kemampuan komunikasi global yang baik,” ucapnya.

Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo dan Kemendikdasmen. Dia menilai perhatian pemerintah pusat memberi dampak bagi masa depan pendidikan anak-anak Papua di Teluk Bintuni.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, kami menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada Bapak Menteri. Kehadiran Bapak Menteri merupakan kehormatan besar sekaligus bukti nyata perhatian pemerintah pusat terhadap masa depan pendidikan anak-anak Papua, khususnya di Kabupaten Teluk Bintuni,” paparnya.
Yohanis mengatakan kunjungan Mendikdasmen menjadi motivasi bagi pemerintah daerah dan masyarakat. Dia menyebut Pemkab Teluk Bintuni terus mendorong peningkatan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.
“Fasilitas ini sangat membantu para guru dan siswa dalam memanfaatkan teknologi sehingga pembelajaran menjadi lebih interaktif, modern, dan selaras dengan perkembangan zaman,” tuturnya.
Namun, Yohanis mengakui masih banyak sekolah di berbagai distrik yang mengalami kerusakan sarana dan prasarana. Dia berharap pemerintah pusat memberi dukungan lanjutan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026.
Pemkab Teluk Bintuni juga membangun kerja sama pendidikan dengan lembaga pendidikan Muhammadiyah dan Universitas Muhammadiyah Teluk Bintuni (UNIMUTU). Kerja sama itu mencakup program beasiswa serta pembangunan SD dan SMP Muhammadiyah.
Selain itu, Pemkab Teluk Bintuni menjalin kemitraan dengan Yayasan Pendidikan Katolik (YPPK). Kemitraan itu diarahkan untuk membangun Sekolah Nasional Terintegrasi YPPK St Fransiskus Manimeri sebagai pusat pendidikan unggulan yang mencakup jenjang SD hingga SMA.
“Kami sangat mengharapkan dukungan penuh dari Kemendikdasmen, khususnya dalam pembangunan ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, fasilitas olahraga, serta sarana penunjang lainnya agar proses belajar mengajar dapat berjalan optimal dan berstandar nasional,” harapnya.
Yohanis menegaskan Pemkab Teluk Bintuni menjamin akses pendidikan melalui program pendidikan gratis. Program itu berlaku dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK sejak 2006 melalui Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) yang bersumber dari APBD.
“Kami ingin memastikan tidak ada satu pun anak di Teluk Bintuni yang terhalang mendapatkan pendidikan karena alasan biaya,” tegasnya.
Dalam kegiatan itu, Mendikdasmen juga memperkenalkan program penguatan karakter melalui ‘7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat’. Program ‘Pagi Ceria’ turut diperkenalkan dengan kegiatan menyanyikan lagu ‘Indonesia Raya’, senam anak Indonesia hebat, dan doa bersama sebelum belajar. (LP5/red)
