Musda III IAKMI, Pemprov Papua Barat Dorong Lahirkan Solusi Kesehatan

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menyoroti masih kompleksnya persoalan kesehatan masyarakat, mulai dari keterbatasan akses layanan hingga disparitas antarwilayah. Kondisi ini mendorong perlunya solusi konkret dan terukur dari para ahli kesehatan masyarakat.

Hal itu disampaikan Staf Ahli Gubernur Papua Barat Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Marthen Kocu, saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) III Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Papua Barat 2026. Kegiatan digelar di Hotel Aston Niu, Manokwari, Kamis (29/1/2026).

“Musda ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi mampu melahirkan rumusan program dan langkah konkret IAKMI Papua Barat dalam berkontribusi di berbagai sektor, baik pemerintahan, sosial, maupun layanan kesehatan,” ujar Marthen mewakili Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan,

Dia menegaskan Musda IAKMI harus menjadi momentum strategis untuk memperkuat kontribusi nyata tenaga kesehatan masyarakat. Menurutnya, tantangan pelayanan kesehatan di Papua Barat masih dihadapkan pada keterbatasan akses, kualitas layanan, serta disparitas antarwilayah.

Marthen menekankan peran ahli kesehatan masyarakat semakin krusial seiring agenda transformasi kesehatan nasional. Pemerintah daerah, lanjutnya, membutuhkan kolaborasi aktif organisasi profesi seperti IAKMI.

Kolaborasi tersebut dibutuhkan untuk memperkuat pendekatan promotif dan preventif, bukan semata kuratif. Dia menilai langkah ini penting untuk mempercepat perbaikan kualitas kesehatan masyarakat.

Dia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan mengedepankan semangat kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, keberhasilan pembangunan kesehatan harus berbasis data, advokasi kebijakan, dan keterlibatan masyarakat.

Selain itu, peserta Musda diingatkan menjalankan proses musyawarah dengan penuh tanggung jawab dan semangat kebersamaan. Ia menekankan keputusan yang dihasilkan harus memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Saya mendorong anggota IAKMI Papua Barat berperan aktif dalam Musda ini dan merumuskan program-program yang benar-benar menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat, serta menjadi garda terdepan dalam pembangunan daerah,” tegasnya.

Di akhir sambutan, Marthen berharap Musda III IAKMI berjalan lancar dan menghasilkan keputusan strategis. Dia menilai forum ini menjadi titik awal penguatan peran organisasi profesi dalam mendukung transformasi kesehatan di Papua Barat.

“Musda III IAKMI Papua Barat diharapkan menjadi titik awal penguatan peran organisasi profesi dalam mendukung transformasi kesehatan di daerah,” ucapnya. (LP14/red)

Latest articles

MUI: Pria Berbusana Wanita dalam Karnaval Agustusan Hukumnya Haram

0
JAKARTA, LinkPapua.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan pria yang mengenakan pakaian wanita, termasuk saat mengikuti karnaval agustusan, hukumnya haram dalam syariat Islam. MUI...

More like this

Kodam XVIII/Kasuari Siap Dukung Festival Raimuti Jadi Agenda Tahunan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Kodam XVIII/Kasuari siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk melanjutkan Festival Raimuti...

Suami di Manokwari Laporkan Istri dan Oknum Komisioner KPU ke Polisi Dugaan Perzinaan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Seorang suami berinisial R melaporkan istrinya, TJ, dan AM yang disebut...

Ekonomi Papua Barat Tumbuh 3,41 Persen, PDRB Tembus Rp21.113,16 Miliar

MANOKWARI, LinkPapua.id – Ekonomi Papua Barat tumbuh 3,41 persen secara tahunan (year on year/y-on-y)...