Musrenbang Otsus-RKPD Papua Barat Fokuskan 3 Program Prioritas Pembangunan

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat memfokuskan arah pembangunan tahun 2027 pada tiga program prioritas. Program tersebut meliputi Papua Barat Sehat, Papua Barat Cerdas, dan Papua Barat Produktif.

Dominggus menyampaikan itu saat penutupan

Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otonomi Khusus (Otsus) dan Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) di Hotel Aston Niu, Manokwari, Jumat (8/5/2026). Forum menyepakati program landasan meliputi sektor kesehatan, pendidikan, serta ekonomi produktif.

“Pembangunan Papua Sehat difokuskan pada pengembangan pelayanan kesehatan bergerak, pembangunan dan peningkatan fasilitas kesehatan dasar dan rujukan sesuai standar, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta penanganan penyakit TBC, malaria, dan penyakit menular lainnya,” ujar Dominggus.

Dominggus menjelaskan program Papua Barat Cerdas menyasar peningkatan akses dan mutu pendidikan yang sesuai dengan karakteristik wilayah. Pemerintah akan mengembangkan sekolah terbuka, sekolah sepanjang hari, hingga sekolah berpola asrama.

“Pembangunan Papua Cerdas diarahkan pada peningkatan akses dan mutu pendidikan yang kontekstual dengan karakteristik wilayah,” katanya.

Sementara itu, sektor ekonomi lokal akan dikembangkan melalui program Papua Barat Produktif dengan berbasis komoditas unggulan. Komoditas kakao dan kelapa menjadi sasaran utama pengembangan ekonomi masyarakat.

“Pembangunan Papua Produktif difokuskan pada pengembangan ekonomi lokal berbasis komoditas unggulan seperti kakao dan kelapa, pengembangan kawasan pariwisata Teluk Triton, serta pengembangan kota kecil berkarakter khusus Anggi,” ungkap Dominggus.

Selain ketiga program tersebut, pemerintah tetap memperhatikan pembangunan infrastruktur dasar dan penguatan tata kelola pemerintahan. Hal ini dibarengi dengan upaya perlindungan lingkungan hidup serta penghormatan hak masyarakat adat.

Dominggus meminta seluruh perangkat daerah menjadikan hasil kesepakatan ini sebagai acuan penyusunan anggaran. Ia menekankan agar rencana tersebut tidak berhenti sebagai dokumen administratif semata.

“Hasil kesepakatan Musrenbang ini harus menjadi pedoman bagi seluruh perangkat daerah dan pemerintah kabupaten dalam menyusun dokumen perencanaan dan penganggaran tahun 2027,” tegasnya.

Dia menyebut sinergi dan konsistensi menjadi kunci agar target pembangunan berjalan optimal. Komitmen seluruh pemangku kepentingan diperlukan agar program kerja tepat sasaran bagi masyarakat.

“Sinergi, konsistensi, dan komitmen pelaksanaan menjadi hal yang sangat penting agar seluruh target pembangunan dapat tercapai secara optimal,” pungkasnya. (LP14/red)

Latest articles

bp Kirim Jacket Pertama Proyek Tangguh UCC Menuju Lepas Pantai Fakfak...

0
KEPRI, LinkPapua.id – Perusahaan energi bp mengirimkan unit jacket pertama untuk kebutuhan instalasi lepas pantai di Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Pengiriman alat berat ini...

More like this

bp Kirim Jacket Pertama Proyek Tangguh UCC Menuju Lepas Pantai Fakfak Papua Barat

KEPRI, LinkPapua.id – Perusahaan energi bp mengirimkan unit jacket pertama untuk kebutuhan instalasi lepas...

Musrenbang Papua Barat 2027 Sepakati 446 Subkegiatan, Anggaran Otsus Tembus Rp1 Triliun

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menyepakati ratusan subkegiatan prioritas dengan total...

Gubernur Papua Barat Ajak Tokoh Lintas Sektoral Bangun Daerah-Jaga Keamanan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengajak seluruh tokoh lintas sektoral memperkuat...