TELUK WONDAMA, LinkPapua.id – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Teluk Wondama, Papua Barat, mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Wondama mengoptimalkan penggunaan dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk membiayai pendidikan tinggi. Legislator meminta pemerintah memprioritaskan bantuan biaya kuliah bagi putra-putri orang asli Papua (OAP) mulai dari jenjang S1, S2, hingga S3.
Hal itu mencuat saat Wakil Ketua II DPRK Wondama Soleman Karubuy menyampaikan usulan melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRK pada forum Musrenbang RKPD Teluk Wondama 2027 dan Musrenbang Otsus di Kantor Bupati Teluk Wondama, baru-baru ini. DPRK menilai pengalokasian anggaran beasiswa sangat penting bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu di daerah tersebut.

“Pemerintah daerah perlu menyiapkan anggaran untuk membantu pendidikan bagi anak-anak kita yang bersekolah supaya tidak putus sekolah. Dana Otsus itu harus dipakai untuk membangun SDM supaya mereka juga bisa memiliki kemampuan untuk membangun daerah ini,” ujar Soleman.
DPRK Wondama juga menyoroti perlunya penataan ulang distribusi guru di berbagai sekolah untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan. Pihak legislatif mendorong pemerintah daerah menambah jumlah tenaga pendidik pada mata pelajaran tertentu yang masih terbatas.
Kesejahteraan guru menjadi poin penting lain yang masuk dalam usulan dewan kepada jajaran eksekutif. Soleman mewakili Ketua DPRK Aplena Dimara menekankan perlunya strategi jangka panjang untuk mempercepat peningkatan kualitas SDM.
“Kami mengusulkan adanya penyusunan roadmap pendidikan untuk percepatan peningkatan mutu layanan pendidikan di Kabupaten Teluk Wondama,” katanya.
Untuk diketahui, selama ini Pemkab Teluk Wondama telah mengucurkan anggaran bantuan pendidikan melalui Dana Otsus bagi pelajar dan mahasiswa OAP. Bagian Kesra Setda mencatat alokasi bantuan pendidikan mencapai Rp2 miliar pada tahun 2026.
Pemerintah membagi anggaran tersebut ke dalam dua kategori besar untuk mendukung pendidikan putra-putri asli Wondama. Mahasiswa kedokteran mendapatkan alokasi Rp1 miliar, sedangkan mahasiswa umum menerima Rp1 miliar sisanya.
Para mahasiswa umum menerima besaran bantuan yang bervariasi berdasarkan latar belakang pekerjaan orang tua masing-masing. Nominal bantuan tersebut berada pada kisaran Rp2,5 juta hingga Rp4,5 juta per orang. (rex/red)
