PAL-KOAP Ingin Alokasi Rp100 Miliar, Gubernur: APBD Papua Barat Tak Mampu Penuhi Seluruh Permintaan

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menegaskan APBD Papua Barat belum mampu memenuhi permintaan Perkumpulan Asosiasi Lokal Kontraktor Orang Asli Papua (PAL-KOAP) yang menginginkan alokasi pekerjaan senilai Rp100 miliar. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menyebut kemampuan fiskal daerah saat ini masih terbatas.
“Saya juga telah menjelaskan kepada mereka bahwa di APBD Perubahan anggarannya akan ditambah Rp50 miliar dan menurut mereka masih kurang,” ujar Dominggus saat memimpin rapat bersama pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di rumah dinas Gubernur Papua Barat, Susweni, Jumat (17/7/2026).
Dominggus mengatakan pemerintah telah menyiapkan 167 paket pekerjaan dengan total anggaran Rp30,7 miliar. Pemprov juga merencanakan penambahan alokasi sekitar Rp50 miliar melalui APBD Perubahan 2026.
Dia menjelaskan PAL-KOAP meminta alokasi anggaran mencapai Rp100 miliar. Menurutnya, pemberdayaan kontraktor orang asli Papua (OAP) bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemprov Papua Barat, tetapi juga tujuh pemerintah kabupaten di Papua Barat.
Dominggus menuturkan ruang fiskal Pemprov Papua Barat menyusut setelah terbentuknya Provinsi Papua Barat Daya. Dana transfer dari pemerintah pusat kini langsung disalurkan ke masing-masing kabupaten.
“Sekarang setelah pemekaran dana ini dari Jakarta sudah dibagi langsung ke kabupaten-kabupaten,” katanya.
Dia menambahkan sebagian besar dana transfer dari pemerintah pusat telah memiliki peruntukan masing-masing. Sementara Dana Alokasi Umum (DAU) sebagian besar digunakan untuk membiayai gaji pegawai.
“Dari pusat sudah membagi berapa untuk pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan sektor lainnya,” tegasnya.
Meski demikian, Dominggus meminta seluruh OPD mengevaluasi paket pekerjaan agar lebih banyak kontraktor OAP dapat terlibat. Salah satu opsi yang diusulkan ialah memecah paket bernilai besar menjadi beberapa paket lebih kecil sesuai ketentuan pengadaan barang dan jasa.
Dia mencontohkan paket pekerjaan senilai Rp300 juta dapat dibagi menjadi dua atau tiga paket. Langkah itu dinilai membuka peluang lebih banyak kontraktor lokal memperoleh pekerjaan.
“Jika satu kontraktor diberi paket dengan nilai yang besar pastinya APBD kita tidak mampu,” ucapnya. (LP14/red)

Latest articles

GEKRAFS Papua Barat Berbagi untuk Mama Mama Papua Di Pasar Sanggeng,...

0
MANOKWARI, Linkpapua.id – DPW Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Papua Barat menggelar aksi sosial dengan membagikan paket beras kepada Mama Mama Papua di Pasar...

More like this

Panja DPRP Papua Barat Tinjau Lokasi Pembangunan SMA Taruna Kasuari Nusantara, Soroti Status Ganti Rugi Lahan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Panitia Kerja (Panja) DPRP Papua Barat meninjau lokasi pembangunan SMA Taruna...

Hasani Ulman Ungkap Status Sertifikat Hak Ulayat Eks PTPN II Prafi Bisa Picu Konflik Agraria

MANOKWARI, LinkPapua.id – Anggota DPR Papua Barat (DPRP) Fraksi Otonomi Khusus (Otsus) Hasani Ulman...

DPRP Kritik Proses Masuk Investasi ke Papua Barat: Jangan Jadikan Lembaga Adat ‘Pemadam Kebakaran’

MANOKWARI, LinkPapua.id – Anggota DPRP Papua Barat (DPRP) Fraksi Otonomi Khusus (Otsus) Hasani Ulman...