25.3 C
Manokwari
Sabtu, Februari 7, 2026
25.3 C
Manokwari

Search for an article

More

    PAPPRI Papua Barat Angkat Musik Tradisional di Peringatan Hari Musik Nasional

    Published on

    MANOKWARI, LinkPapua.id – PAPPRI Papua Barat berkomitmen membangkitkan kembali eksistensi musik tradisional yang mulai tergerus zaman lewat panggung Hari Musik Nasional di Manokwari. Peringatan tahun ini difokuskan pada upaya penyelamatan aset budaya daerah dari dominasi musik modern.

    “Kita melihat sekarang ini banyak musik tradisional yang sudah mulai jarang dilirik. Generasi muda cenderung lebih tertarik pada musik kontemporer dan modern. Padahal, musik tradisional kita sangat kaya dan memiliki nilai budaya yang tinggi,” ujar Ketua PAPPRI Papua Barat, Roberth KR Hammar, Sabtu (31/1//2026).

    Kegiatan ini direncanakan berlangsung selama tiga jam dengan menampilkan berbagai genre musik etnik hingga kreasi baru. PAPPRI ingin memastikan bahwa musik tradisional tetap memiliki ruang di tengah perkembangan tren musik kontemporer.

    “Kami dari delapan persatuan artis penyanyi dan pelaku seni di Papua Barat akan mengadakan event sekitar tanggal 9 Maret. Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi kami dalam memperingati Hari Musik Nasional,” katanya.

    Pertunjukan ini diproyeksikan menjadi wadah ekspresi bagi para musisi lokal untuk menunjukkan keberagaman identitas Papua Barat. Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas antarpelaku seni di wilayah tersebut.

    “Ke depan, kami ingin kegiatan seperti ini tidak berhenti sebagai seremoni saja. Kami akan menindaklanjuti dengan mendorong lahirnya peraturan daerah tentang kemajuan kebudayaan. Saat ini, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, regulasi khusus terkait hal ini masih sangat terbatas,” ungkap Roberth.

    Kurangnya payung hukum bagi pelaku seni di daerah menjadi perhatian serius bagi organisasi profesi ini. Regulasi yang kuat dinilai krusial untuk menjamin perlindungan karya dan kesejahteraan para musisi daerah.

    “Kalau ada payung hukum yang jelas, maka perlindungan terhadap karya, kesejahteraan pelaku seni, serta pengembangan ekosistem musik daerah bisa lebih terarah,” tuturnya.

    PAPPRI saat ini tengah membangun komunikasi intensif dengan Kementerian Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif serta pemerintah daerah terkait teknis pelaksanaan. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat menyinkronkan program pusat dan daerah dalam pengembangan budaya.

    “Kami ingin kegiatan ini terhubung dengan program pemerintah, baik di pusat maupun daerah. Musik bukan hanya soal hiburan, tapi bagian penting dari kebudayaan dan identitas daerah,” ucap Roberth.

    Upaya ini menjadi langkah awal untuk memperkuat posisi seniman dalam kerangka pembangunan kebudayaan di Papua Barat. Peringatan 9 Maret mendatang diharapkan menjadi titik balik kebangkitan ekosistem musik lokal.

    “Harapan kami sederhana, musik tradisional tidak hilang ditelan zaman, dan para pelaku seni mendapatkan tempat yang layak dalam sistem kebudayaan kita,” tutupnya. (LP2/red)

    Latest articles

    Pamit dari Papua Barat, Irjen Johnny Isir Puji Sinergi TNI-Polri dan...

    0
    MANOKWARI, LinkPapua.id - Irjen Pol Johnny Eddizon Isir melontarkan pujian mendalam bagi sinergi TNI-Polri dan masyarakat di momen perpisahannya sebagai Kapolda Papua Barat. Kolaborasi...

    More like this

    Pamit dari Papua Barat, Irjen Johnny Isir Puji Sinergi TNI-Polri dan Warga

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Irjen Pol Johnny Eddizon Isir melontarkan pujian mendalam bagi sinergi TNI-Polri...

    HUT Gerindra Ke-18, Lakotani Tegaskan Dampak Nyata di Papua Barat

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Ketua DPD Gerindra Papua Barat Mohamad Lakotani menegaskan kehadiran partai harus...

    HUT Ke-18, Gerindra Papua Barat Beri Bantuan ke Panti Asuhan di Manokwari

    MANOKWARI, LinkPapua.id - DPD Gerindra Papua Barat merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-18 partai...
    Exit mobile version