MANOKWARI, LinkPapua.id – Replika patung burung kasuari di Kantor Gubernur Papua Barat yang hilang dicuri ternyata dipreteli pelaku. Potongan patung berbahan tembaga tersebut kemudian dijual secara kiloan kepada seorang pengepul di Manokwari.
“Kedua pelaku atas pencurian menjual tembaga tersebut dengan harga Rp90.000 per kilogram dengan total berat tembaga yang dijual seberat 25 kilogram sehingga total uang yang diterima dari hasil menjual tembaga tersebut sebesar Rp2.250.000,” ujar Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Papua Barat Herly Purnama, Selasa (7/4/2026).

Aksi nekat ini terungkap setelah polisi menangkap dua oknum honorer Pemprov Papua Barat berinisial RIM dan LLH serta seorang penadah berinisial F. Para pelaku memotong-motong aset ikonik tersebut agar mudah dibawa dan dijual sebagai besi tua.
“Pada 29 Maret 2026 kedua pelaku pencurian mengambil dua buah patung kasuari tersebut dengan cara membuka baut sebanyak 3 buah baut pada setiap patung menggunakan 1 buah kunci pas ukuran 14 mm kemudian setelah baut terbuka. Kedua pelaku memotong alat patung menggunakan 1 buah gunting seng, kemudian kedua pelaku membawa 1 buah patung ke pinggir jalan untuk dipipihkan menggunakan 1 buah bongkahan batu,” jelasnya.
Pelaku sengaja memipihkan tembaga tersebut menggunakan batu agar bentuk aslinya tidak lagi menyerupai patung kasuari. Hal ini dilakukan untuk mengelabui petugas keamanan saat membawa barang tersebut keluar dari area kantor gubernur.
“Pelaku berinisial LLH menjual tembaga tersebut dengan harga Rp90.000 per kilogram dengan total berat tembaga yang dijual seberat 18 kg sehingga total uang yang diterima dari hasil menjual tembaga tersebut sebesar Rp1.620.000,” pungkasnya.
Polisi menyebut pelaku melakukan aksi pencurian ini sebanyak dua kali karena tergiur keuntungan instan dari hasil penjualan kiloan tersebut. Saat ini, para pelaku beserta barang bukti berupa bongkahan batu dan sepeda motor telah diamankan di Mapolda Papua Barat. (*/red)
















