28.7 C
Manokwari
Minggu, Maret 22, 2026
28.7 C
Manokwari

Search for an article

More

    Pemerintah Terapkan WFH 1 Hari Seminggu bagi ASN, Swasta Diharapkan Ikut

    Published on

    JAKARTA, LinkPapua.id – Pemerintah akan menerapkan kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan bagi aparatur sipil negara (ASN) usai Lebaran Idulfitri 1447 H/2026 M. Kebijakan ini juga diharapkan diikuti oleh perusahaan swasta sebagai bagian dari efisiensi.

    “Nah, itu teknisnya sedang akan disiapkan karena ini diharapkan juga tidak hanya ASN tetapi juga swasta dan juga pemda-pemda,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya, beberapa waktu lalu.

    “Kemudian yang terakhir terkait dengan kajian bahwa dengan tingginya harga minyak, maka perlu efisiensi daripada waktu kerja. Di mana akan dibuka fleksibilitas untuk work from home. Dalam satu hari dalam 5 hari kerja,” terangnya.

    Airlangga mengatakan kebijakan tersebut disiapkan menyusul tingginya harga minyak akibat konflik di Timur Tengah. Pemerintah menilai perlu ada langkah efisiensi, termasuk dalam pola kerja.

    Kebijakan WFH itu direncanakan mulai berlaku setelah Lebaran. Namun, pemerintah belum merinci waktu pasti pelaksanaannya.

    “Pasca lebaran, tapi nanti kita akan tentukan kapan waktunya,” ujarnya.

    Airlangga menyebut pemerintah masih menyusun teknis pelaksanaan kebijakan tersebut. Nantinya, detail kebijakan akan diumumkan ke publik setelah konsepnya matang.

    “Nah, ini semuanya kita sedang siapkan lagi, nanti sesudah konsepnya sudah matang, kita akan segera informasikan ke publik lebih detail,” imbuhnya.

    Dia menambahkan durasi penerapan kebijakan WFH akan menyesuaikan situasi global. Pemerintah akan melihat perkembangan harga minyak dan kondisi konflik di Timur Tengah.

    “Nanti kita lihat situasinya. Situasi harga minyak, situasi perang. Jadi kita ikuti situasi yang berkembang,” ucapnya.

    Airlangga juga menilai kebijakan ini dapat menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Ia menyebut potensi penghematan mencapai seperlima dari konsumsi harian.

    “Karena itu ada penghematan dari segi apa, penggunaan mobilitas dari bensin, penghematannya cukup signifikan seperlima, seperlima dari apa yang biasa kita keluarkan,” pungkasnya. (*/red)

    Latest articles

    Kompak! Pimpinan Pemprov dan DPRP Papua Barat Kumpul di Open House...

    0
    MANOKWARI, LinkPapua.id - Pimpinan Pemprov dan DPRP Papua Barat menunjukkan kekompakan dalam perayaan Lebaran Idulfitri 1447 H/2026 M di kediaman Wakil Gubernur (Wagub) Mohamad...

    More like this

    Tok! Pemerintah Tetapkan Lebaran Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026

    JAKARTA, LinkPapua.id - Pemerintah secara resmi menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran Idulfitri...

    Tim Hisab Kemenag: Hilal Tak Terlihat, 1 Syawal Berpotensi 21 Maret

    JAKARTA, LinkPapua.id - Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama (Kemenag) melaporkan posisi hilal di seluruh...

    Sidang Isbat Digelar Sore Ini, Lebaran Idulfitri 2026 Jatuh 20 atau 21 Maret?

    JAKARTA, LinkPapua.id - Kementerian Agama (Kemenag) menggelar sidang isbat untuk menentukan awal Syawal 1447...
    Exit mobile version