Pemisahan Data Statistik dengan PBD, Kepala BPS Papua Barat: Tak Semudah Dibayangkan

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.com – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat, Johannis Lekatompessy, mengungkapkan proses pemisahan data statistik antara Papua Barat dan Papua Barat Daya (PBD) masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat.

Lekatompessy menjelaskan, hingga saat ini BPS Papua Barat belum menerima instruksi resmi terkait pemisahan tersebut. Terlebih lagi, data strategis seperti inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tetap berada di bawah wewenang pemerintah pusat.

“Jawaban pusat bahwa tidak semudah yang kita bayangkan secepat itu data dipisahkan. Kita harus menunggu hingga data final tersedia agar tidak menimbulkan keraguan di kalangan pengguna data. Kita menunggu kebijakan BPS pusat seperti apa,” ujar Lekatompessy, Senin (5/6/2023).

Ia juga menyebut pihaknya telah menerima surat dari Penjabat (Pj) Gubernur Papua Barat Daya untuk mengadakan audiensi dengan BPS pusat guna membahas pemisahan data sesuai dengan provinsi masing-masing.

Namun, sampai saat ini pertemuan antara perwakilan dari Papua Barat Daya dan BPS pusat belum terlaksana. “Kita menunggu saja. Hal itu pasti akan terjadi,” ucapnya. (LP9/Red)

Latest articles

Daftar sebagai Calon Ketua Golkar Manokwari, Haryono May Siapkan Gebrakan

0
MANOKWARI, Linkpapua.id – Anggota DPRK Manokwari Haryono M.K. May resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar Manokwari periode 2026–2031, Senin (17/8/2026). Pendaftaran tersebut...

More like this

Daftar sebagai Calon Ketua Golkar Manokwari, Haryono May Siapkan Gebrakan

MANOKWARI, Linkpapua.id – Anggota DPRK Manokwari Haryono M.K. May resmi mendaftarkan diri sebagai calon...

Wagub Lakotani: HUT Ke-81 RI Momentum Refleksi Pemerataan Pembangunan Papua Barat

MANOKWARI, LinkPapua.id – Wakil Gubernur (wagub) Papua Barat Mohamad Lakotani menjadikan HUT ke-81 kemerdekaan...

1.125 Narapidana di Papua Barat-PBD Dapat Remisi HUT Ke-81 RI

MANOKWARI, LinkPapua.id – Sebanyak 1.125 narapidana di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya...