Pemuda Katolik Gagas Dokumen Sejarah dan Tokoh Pembentukan Kabupaten Teluk Bintuni

Published on

BINTUNI, Linkpapua.com – Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Teluk Bintuni menggelar syukuran dan dialog dalam rangka hari ulang tahun (HUT) ke-18 Kabupaten Teluk Bintuni.

Menghadirkan para tokoh pemekaran maupun perwakilan dari pihak keluarga yang berlangsung di Wisma ST Santo KM 2 Bintuni, belum lama ini.

Ketua Pemuda Katolik Komcab Teluk Bintuni, Yustina Ogoney SE, menyampaikan kegiatan ini terlaksana untuk menghasilkan sebuah rekomendasi yang akan diteruskan kepada pemerintah daerah.

Guna merefleksi kembali gagasan atau konsep dan ide di balik sejarah pemekaran Kabupaten Teluk Bintuni, seperti siapa tokoh-tokoh yang menggagas dan siapa saja yang telah ikut memperjuangkan pada saat itu.

Baca juga:  Putri Pasanea dan 4 Talenta Uncri Siap Tampil di Pesparani IV Papua Barat

“Dari pemerintah daerah diwakili oleh Bapak Deky Asmoruf. Dari tokoh yang hadir seperti Bapak Jumat Iribaram, Bapak Ismail Asmorom, dan para tokoh lainnya. Sedangkan dari pihak keamanan juga hadir. Dialog publik dilakukan secara terbuka untuk umum,” kata Yustina, Jumat (11/6/2021).

Gagasan di balik pemekaran Kabupaten Teluk Bintuni hingga tokoh-tokoh di baliknya, kata Yustina, mesti benar-benar dicatat sebagai lembaran dokumen penting untuk dapat diketahui oleh semua para generasi penerus di Teluk Bintuni.

Baca juga:  Polisi Tangkap Pembunuh Alumni P2TIM Bintuni di Ambon

“Yang di dalamnya ada tertulis sejarah dan nama-nama para tokoh pemekaran kala itu. Supaya ini dapat dikenang oleh dari generasi ke generasi. Jadi sejarah dari pemekaran bukan hanya sebuah cerita dari mulut ke mulut, tetapi ada dalam bentuk dokumen asli,” bebernya.

Lebih lanjut Yustina menyampaikan, dengan adanya dokumen tersebut dapat menjadi rujukan oleh kepala daerah kepada kepala daerah berikutnya dalam membuat visi misi. Dengan begitu, tidak akan keluar dari apa yang telah digagas oleh tokoh-tokoh pendahulu yang telah memperjuangkan lahirnya kabupaten ini.

Baca juga:  Peduli di Tengah Pandemi, PKK Teluk Bintuni Bagi 250 Paket Sembako

Yustina berharap pada usia Kabupaten Teluk Bintuni yang sudah ke-18 tahun ini, khususnya bagi kaum perempuan, tidak lagi bergerak pasif di tempat. “Melainkan kita harus berperan aktif, seperti berada dan ikut di organisasi-organisasi non pemerintah maupun organisasi pemerintah. Kita harus bisa memberikan kontribusi-kontribusi pembangunan di daerah,” serunya.

“Kita tidak hanya berperan urusan garis belakang saja, tetapi seharusnya saat ini perempuan harus juga berada pada garis terdepan bersama dengan kita punya saudara laki-laki yang ada di Kabupaten Teluk Bintuni,” tutupnya. (LP5/red)

Latest articles

Realisasi TKD 72 Persen, Wabup Bintuni Minta OPD Tuntaskan Program

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara meminta organisasi perangkat daerah (OPD) segera menuntaskan program yang anggarannya telah tersedia. Permintaan...

More like this

Realisasi TKD 72 Persen, Wabup Bintuni Minta OPD Tuntaskan Program

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara meminta organisasi perangkat...

Bupati Ungkap Paradoks Migas di Teluk Bintuni, Desak Realisasi PI 10 Persen

MANOKWARI, LinkPapua.id - Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy mengungkap paradoks sektor migas yang menjadi...

Survei Kerukunan Bintuni, Wabup Joko Minta Data Disampaikan Objektif

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Wabup Teluk Bintuni Joko Lingara membuka Rapat...