MANSEL, LinkPapua.id – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memberikan manfaat bagi peserta dalam memperoleh layanan kesehatan di Papua Barat. Manfaat itu dirasakan warga Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), Piolen Sayori (31), saat menjalani pengobatan akibat penyakit serius pada bagian mulut.
“Awalnya saya merasakan ketidaknyamanan pada lidah, seolah ada kondisi yang tidak normal. Saya pikir hanya luka biasa atau sariawan, tetapi rasa sakitnya justru semakin bertambah. Karena tidak dapat menahan rasa nyeri, saya kemudian memeriksakan diri ke puskesmas,” ujar Piolen saat menceritakan pengalamannya sebagai peserta JKN, Minggu (2/8/2026).
Piolen tercatat sebagai peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) pemerintah daerah. Setelah menjalani pemeriksaan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), dia dirujuk ke RSUD Elia Waran untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya luka yang cukup parah pada bagian mulut sehingga Piolen harus menjalani perawatan intensif. Dia mengaku sempat khawatir setelah dokter menjelaskan kondisi penyakit yang dideritanya.
“Saat dokter menyampaikan bahwa saya harus menjalani perawatan akibat luka yang cukup parah di bagian mulut dan memerlukan penanganan maksimal, saya merasa sangat takut dan khawatir, terlebih memikirkan biaya pengobatan yang tidak sedikit,” katanya.
Namun, seluruh proses pengobatan Piolen ditanggung melalui program JKN karena kepesertaannya aktif. Kondisi itu membuatnya dapat fokus menjalani proses penyembuhan tanpa terbebani biaya pengobatan.
“Berkat keaktifan saya sebagai peserta JKN, saya merasa lebih tenang karena tidak perlu memikirkan biaya pengobatan, sehingga saya dapat lebih fokus pada proses penyembuhan,” ungkapnya.
Selain pembiayaan, Piolen juga mengapresiasi pelayanan tenaga kesehatan di RSUD Elia Waran. Dia menilai dokter dan perawat memberikan pelayanan yang profesional, ramah, dan penuh perhatian selama menjalani perawatan.
“Saya merasa pelayanan dari dokter dan perawat sangat baik. Mereka memberikan perhatian dan merawat saya secara profesional. Kalau tidak ada BPJS Kesehatan, mungkin biayanya besar sekali,” tuturnya.
Pengalaman tersebut membuat Piolen semakin menyadari pentingnya menjaga keaktifan kepesertaan JKN. Dia menilai program tersebut menjadi perlindungan saat masyarakat menghadapi risiko penyakit dengan biaya pengobatan yang besar.
“Saya sangat bersyukur menjadi peserta JKN. Terima kasih karena sudah membantu saya di saat yang paling sulit dalam hidup saya,” ucapnya. (LP14/red)
