Pesparani IV Papua Barat di Teluk Bintuni Resmi Dibuka, 668 Peserta Bersaing

Published on

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik IV Papua Barat resmi dibuka di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Ajang tersebut diikuti 668 peserta dari enam kontingen yang akan bertanding pada 13 kategori lomba hingga 10 Juli 2026.

“Pesparani merupakan wadah pembinaan umat, pengembangan talenta, pewarisan nilai-nilai kristiani, serta penguatan karakter generasi muda melalui puji pujian nyanyian rohani,” ujar Wakil Gubernur (Wagub) Papua Barat Mohammad Lakotani saat pembukaan Pesparani IV Papua Barat di Gedung Serbaguna (GSG), Distrik Bintuni, Selasa (7/7/2026).

Lakotani mengatakan Pesparani memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding sekadar perlombaan seni suara gerejawi. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah pembinaan umat sekaligus pengembangan karakter generasi muda.

Dia menilai kegiatan keagamaan seperti Pesparani menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter, berintegritas, dan berakhlak mulia. Sebab, Papua Barat merupakan rumah besar bagi keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa.

“Melalui Pesparani, kita memperkuat persaudaraan antarumat, memperkokoh kerukunan, dan membangun harmoni dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” katanya.

Lakotani juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Bintuni, LP3KD Papua Barat, panitia pelaksana, sponsor, relawan, dan masyarakat yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut. Dia mengajak seluruh peserta menjadikan Pesparani sebagai momentum memperkuat semangat pelayanan, menjaga kerukunan, serta membangun Papua Barat yang religius, toleran, sejahtera, dan berdaya saing.

Sementara itu, Ketua Panitia Pesparani Katolik IV Papua Barat Joko Lingara mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memuliakan Tuhan melalui nyanyian mazmur dan pelayanan seni liturgi. Pesparani juga menjadi sarana meningkatkan pembinaan iman, melestarikan seni budaya lokal, mempererat persaudaraan umat Katolik, serta menyeleksi peserta terbaik menuju tingkat nasional.

“Pesparani bukan sekadar perlombaan, tetapi wadah pembentukan karakter dan jati diri umat agar tetap berpegang pada nilai-nilai iman dalam kehidupan bermasyarakat,” tuturnya.

Joko yang juga Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni menjelaskan Pesparani diikuti enam kontingen dari Kabupaten Teluk Bintuni, Fakfak, Kaimana, Manokwari, Teluk Wondama, dan Manokwari Selatan. Jumlah peserta yang ambil bagian mencapai 668 orang.

Para peserta akan mengikuti empat cabang lomba, yakni paduan suara, mazmur, cerdas cermat rohani, dan bertutur kitab suci. Keempat cabang tersebut terbagi ke dalam 13 kategori perlombaan.

Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy mengaku bersyukur daerahnya dipercaya menjadi tuan rumah Pesparani Katolik IV Papua Barat. Dia menyebut kehadiran seluruh kontingen menjadi kehormatan bagi masyarakat Teluk Bintuni.

“Atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Teluk Bintuni, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh kontingen dan tamu undangan. Kehadiran bapak dan ibu sekalian merupakan kehormatan besar bagi kami,” ucapnya.

Yohanis menilai Pesparani tidak hanya menjadi pesta iman umat Katolik, tetapi juga pesta persaudaraan masyarakat Papua Barat. Menurutnya, semangat toleransi yang tumbuh di Teluk Bintuni menjadi bukti kerukunan yang terus terjaga.

“Ketika umat Katolik menggelar pesta iman, saudara-saudara Muslim ikut menyambut dengan sukacita. Inilah wajah Teluk Bintuni yang sesungguhnya, di mana keberagaman menjadi kekuatan untuk saling menguatkan,” lanjutnya.

Uskup Keuskupan Manokwari-Sorong Mgr Hilarion Datus Lega mengapresiasi seluruh panitia, peserta, dan dewan juri yang telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan Pesparani. Dia berharap seluruh peserta menjadikan Pesparani sebagai sarana memuliakan Tuhan sekaligus mempererat persaudaraan di tanah Papua Barat.

Pembukaan Pesparani diawali dengan Perayaan Misa Kudus yang dipimpin Mgr Hilarion Datus Lega dan dilanjutkan defile enam kontingen peserta. Ketua Umum LP3KD Papua Barat Roberth KR Hammar kemudian menyerahkan piala bergilir kepada Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy.

Yohanis selanjutnya menyerahkan piala bergilir tersebut kepada Ketua Panitia Pesparani IV Papua Barat Joko Lingara untuk diperebutkan para kontingen. Pesparani IV Papua Barat resmi dibuka melalui pemukulan tifa dan akan berlangsung hingga 10 Juli 2026. (LP5/red)

Latest articles

Haryono May: Tak Boleh Ada Anak Gagal Sekolah Akibat Daya Tampung...

0
MANOKWARI, Linkpapua.id – Ketua Fraksi Golkar DPRK Manokwari, Haryono M.K. May, menyambut baik langkah Pemerintah Kabupaten Manokwari yang berupaya mengakomodasi aspirasi calon siswa agar...

More like this

10 Dewan Juri Dikukuhkan Kawal Penilaian Pesparani IV Papua Barat

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Sebanyak 10 dewan juri dikukuhkan untuk mengawal proses penilaian Pesta...

Putri Pasanea dan 4 Talenta Uncri Siap Tampil di Pesparani IV Papua Barat

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Penyanyi rohani Putri Pasanea bersama empat talenta Universitas Caritas Indonesia...

Jelang Pembukaan Pesparani IV Papua Barat di Teluk Bintuni, Kapolda Cek Kesiapan Venue

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare meninjau kesiapan venue...