PMI Papua Barat Akui Stok Belum Ideal-Tak Mampu Penuhi Permintaan RS

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Papua Barat mengakui stok darah, khususnya di Kabupaten Manokwari, masih minim. Kondisi itu membuat PMI belum mampu memenuhi seluruh permintaan darah dari rumah sakit (RS).

“Kalau melihat kebutuhan yang ada, stok darah saat ini masih belum mencukupi untuk memenuhi seluruh permintaan rumah sakit,” ujar Kepala Pelayanan UDD PMI Papua Barat Muhammad Adnan saat dikonfirmasi di Manokwari, Kamis (4/6/2026).

Adnan mengatakan stok darah yang tersedia saat ini terdiri dari 21 kantong golongan darah A, 18 kantong golongan darah B, 17 kantong golongan darah AB, dan 37 kantong golongan darah O. Total stok darah yang tersedia di UDD PMI Papua Barat saat ini sebanyak 93 kantong.

Adnan menjelaskan permintaan darah dari rumah sakit masih tinggi. Namun, jumlah pendonor aktif di Manokwari belum sebanding dengan kebutuhan tersebut.

Menurut Adnan, rendahnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan donor darah masih menjadi kendala utama. Kondisi itu membuat stok darah PMI Papua Barat terus berada dalam kondisi terbatas.

“Permintaan darah dari rumah sakit cukup banyak, sementara stok yang ada masih minim. Karena itu kami terus mengajak masyarakat dan berbagai instansi untuk aktif mendonorkan darahnya,” tuturnya.

Dia menyebut PMI Papua Barat terus menggencarkan kerja sama donor darah dengan instansi pemerintah, TNI, Polri, perguruan tinggi, hingga perusahaan swasta. PMI juga rutin mengirimkan surat kepada sejumlah instansi agar kegiatan donor darah dilakukan secara berkala.

Adnan mengakui kebutuhan darah di rumah sakit terus meningkat sehingga stok yang tersedia belum berada pada kondisi ideal. PMI Papua Barat juga memperkuat fasilitas penyimpanan darah untuk mendukung pelayanan.

UDD PMI Papua Barat saat ini memiliki Blood Bank Refrigerator berkapasitas sekitar 200 kantong darah. PMI juga akan mendapat tambahan 1 unit baru berkapasitas 500 kantong darah yang masih dalam proses pengiriman dari Jakarta.

Adnan berharap penambahan fasilitas tersebut dapat membantu menjaga ketersediaan stok darah. Dengan begitu, kebutuhan rumah sakit dan masyarakat di Papua Barat dapat lebih terpenuhi. (LP14/red)

Latest articles

TNI Gerebek 2 Ladang Ganja di Yahukimo, Amankan 21.400 Batang

0
YAHUKIMO, LinkPapua.id – Prajurit TNI menggerebek dua hamparan ladang ganja di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Dari operasi penyisiran tersebut, petugas mengamankan 21.400 batang pohon...

More like this

Setda Papua Barat Terapkan Sistem Satu Pintu Susun APBD-P 2026 dan Renja 2027

MANOKWARI, LinkPapua.id – Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Papua Barat menerapkan mekanisme satu pintu dalam...

PT Conch Dapat Dukungan Pemprov Papua Barat, Kuliahkan 3 Putra-Putri OAP ke China

MANOKWARI, LinkPapua.id – PT Conch West Papua Cement mendapat dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua...

KPK Minta Pemprov Papua Barat Segera Susun Pedoman Label Dana Otsus

MANOKWARI, LinkPapua.id – KPK RI mendesak Pemprov Papua Barat segera membentuk tim khusus dan...