Program Imunisasi dan Tablet Tambah Darah, Dinkes Papua Barat Sasar Lembaga Pendidikan

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Papua Barat menggelar program pelayanan imunisasi dan pemberian tablet tambah darah yang menyasar lembaga pendidikan.

Tim vaksinator Dinkes Papua Barat berkunjung ke SMA Immanuel Pasir Putih dan Akademi Keperawatan (Akper) Manokwari, Selasa (5/9/2023).

Di SMA Immanuel Pasir Putih, sebanyak 110 siswi dari kelas 10, 11, dan 12 mengikuti program vaksinasi ini. Kepala Sekolah SMA Immanuel Pasir Putih, Antonius Allo, menyambut positif upaya ini.

“Vaksinasi ini, khususnya untuk siswi perempuan, sangat baik sebagai bekal kehidupan mereka di masa depan karena sudah dipersiapkan lebih awal. Jika sudah berkeluarga kesehatannya sudah siap,” ujar Allo.

Respons positif juga datang dari pihak Akper Manokwari. Sebanyak 265 mahasiswi dari jurusan keperawatan dan kebidanan Akper Manokwari mengikuti vaksinasi ini.

Ketua Program Studi Kebidanan Akper Manokwari, Yuni Subhi Isnaini, mengakui hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat anemia atau kekurangan darah cukup tinggi di kalangan remaja. Hal ini memiliki potensi dampak negatif pada kesehatan bayi di masa mendatang.

“Jika sejak remaja sudah mengalami anemia saat berkeluarga lalu hamil, anemia dapat berdampak buruk bagi bayi karena dapat menyebabkan stunting. Selain itu, jika remaja mengalami anemia menyebabkan aktivitasnya terganggu. Dengan adanya pemberian tablet tambah darah akan berdampak baik bagi mahasiswi kami,” katanya.

Anggota tim vaksinator, Hendrik Marisan, menjelaskan program imunisasi harus memastikan bahwa perempuan sejak usia 15 tahun sudah memiliki status imunisasi yang lengkap.

“Sebenarnya jika sejak awal sudah mengikuti imunisasi, dari bayi hingga SD kelas 5, melalui program bulan imunisasi anak sekolah, saat sudah remaja bahkan hamil tidak perlu diimunisasi lagi. Berdasarkan data, banyak terjadi keguguran dan juga anak yang tetanus karena saat ibunya melahirkan proses pemotongan pusarnya tidak dilakukan dengan standar medis. Hal ini juga menjadi penyebab stunting pada anak,” bebernya.

Dalam upayanya, Dinkes Papua Barat telah menginisiasi program vaksinasi untuk kelompok remaja yang mencakup pemberian tablet tambah darah dan vaksinasi Tetanus Difteri (TD).

Sebelum diberikan vaksin, seluruh peserta akan melalui screening kesehatan terlebih dahulu. Program vaksinasi ini akan dilaksanakan di seluruh kabupaten di Papua Barat. (LP3/Red)

Latest articles

‎PELITA Goes to School Ajak Pelajar SMK Negeri Tandia Rawat Kerukunan...

0
TELUK WONDAMA, LinkPapua.id – Pemuda Lintas Agama (PELITA) Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, mengajak pelajar SMK Negeri Tandia menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama....

More like this

FASI BKPRMI Manokwari Diikuti 187 Peserta, Wabup Dorong Potensi Generasi Qurani

MANOKWARI, Linkpapua.id– Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Manokwari menggelar Festival Anak...

KPU RI Dorong Pelayanan Pemilu Inklusif di Papua Barat, Perkuat Akses Disabilitas-Masyarakat Adat

MANOKWARI, LinkPapua.id – KPU RI mendorong penguatan standar pelayanan kepemiluan yang inklusif di Papua...

Kasus Kematian Yanto Idorway, Polda Papua Barat Tetapkan Dua Tersangka

MANOWARI, Linkpapua.id-Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol. Trihadi Kuncahyo, A.Md., S.E., menyampaikan bahwa...