MANOKWARI, LinkPapua.id – Delapan siswa korban pengeroyokan massal di SMA Taruna Nusantara Manokwari bersiap kembali mengikuti aktivitas belajar mengajar. Para siswa tersebut sebelumnya menjalani perawatan medis di rumah sakit akibat mengalami sejumlah luka usai mendapat serangan dari para senior.
“Kemarin delapan tapi sudah balik semua,” kata Kepala SMA Taruna Nusantara Yusuf Ragainaga memberikan keterangan, Kamis (23/4/2026).
Yusuf memastikan para korban saat ini sudah meninggalkan rumah sakit dan berada di rumah masing-masing. Pihak sekolah mengatur jadwal kepulangan para siswa tersebut agar mereka dapat memulihkan trauma sebelum kembali ke asrama.
“Mereka akan kembali Senin. Nanti kita lihat trauma bagaimana mereka harap bagaimana kita terima dengan lapang dada sekaligus kita yakinkan mereka bahwa sekolah itu penting,” ujarnya.
Kepala Sekolah mengakui bahwa insiden pengeroyokan pada Rabu (22/4) malam itu merupakan peristiwa yang paling besar dan menonjol. Dia menyebut aksi kekerasan para senior berlangsung sangat cepat saat para junior sedang melaksanakan kegiatan belajar mandiri.
“Kita akan evaluasi menyeluruh tapi harus kita sadari bahwa ini sekolah idealnya bukan Sekolah Taruna, namun keadaan sehingga kalau tidak tempat yaa jangan di paksakan,” ucap Yusuf.
Pihak sekolah juga telah mengambil tindakan tegas dengan memulangkan sebanyak 60 orang siswa yang diduga terlibat dalam aksi tersebut. Yusuf menyerahkan sepenuhnya perkembangan data pasti mengenai siswa yang keluar kepada proses penyidikan kepolisian.
“Sesuai keterangan (siswa yang keluar) belum jumlah pasti nanti setelah pemeriksaan pasti (data) akan keluar,” jelasnya.
Manajemen sekolah menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh upaya penegakan hukum yang kini berjalan di Polresta Manokwari. Pihak sekolah siap mengantar langsung para saksi atau terduga pelaku jika penyidik memerlukan keterangan tambahan.
“Saya kira sudah diserahkan semua ke penegak hukum, sekolah mendukung apabila diminta keterangan kita antar ke Polres,” pungkas Yusuf. (LP2/red)
