Sensus Ekonomi 2026 di Papua Barat Baru Capai 64 Persen, Terkendala Penolakan Masyarakat

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat mengungkapkan capaian Sensus Ekonomi 2026 di Papua Barat baru mencapai 64 persen dari target pendataan. Rendahnya capaian itu dipengaruhi penolakan masyarakat dan sulitnya petugas menemui responden di rumah.

“Hingga saat ini capaian pendataan baru sekitar 64 persen,” kata Kepala BPS Papua Barat Merry saat ditemui di Sekretariat DPRP Papua Barat, Kamis (23/7/2026).

Sensus Ekonomi 2026 dimulai sejak 15 Juni 2026 dan dijadwalkan berakhir pada 31 Agustus 2026. BPS Papua Barat terus melakukan pendataan untuk memenuhi target yang telah ditetapkan hingga batas waktu tersebut.

Menurut Merry, kendala terbesar yang dihadapi petugas adalah banyak masyarakat yang tidak berada di rumah saat sensus dilakukan. Selain itu, petugas juga masih menghadapi penolakan terhadap pelaksanaan sensus di sejumlah wilayah.

“Petugas sangat sulit menemui masyarakat yang tidak berada di rumah dan yang paling banyak adalah penolakan untuk disensus,” tuturnya.

BPS Papua Barat telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengatasi kendala tersebut. Koordinasi dilakukan bersama gubernur, para bupati, Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB), kepala distrik, hingga kepala kampung di wilayah dengan tingkat penolakan yang cukup tinggi.

Merry mengimbau masyarakat menerima kedatangan petugas sensus dan memberikan data yang benar. Dia menegaskan seluruh informasi yang diberikan responden dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan perundang-undangan.

“Saya menghimbau agar masyarakat tidak menolak karena data yang diambil sangat penting bagi pemerintah daerah sebagai acuan berbagai program,” katanya.

Dia menjelaskan data hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan. Data tersebut akan digunakan untuk program pemberdayaan ekonomi, peningkatan kesejahteraan keluarga, hingga penyaluran berbagai bentuk bantuan kepada masyarakat.

Merry berharap partisipasi masyarakat terus meningkat hingga akhir masa pendataan. Dengan begitu, target pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang dijadwalkan selesai pada 31 Agustus 2026 dapat tercapai secara maksimal. (LP14/red)

Latest articles

Pemkab Bintuni Sampaikan Laporan Pertanggungjawaban APBD 2025, Realisasi Pendapatan Rp2,62 Triliun

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Bintuni, Papua Barat, menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun anggaran 2025 kepada...

More like this

BPS Papua Barat Minta Dukungan DPRP Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat meminta dukungan DPRP Papua Barat...

Panja DPRP PB Tinjau Proyek Temuan BPK di Mansel dan Teluk Bintuni, Soroti Kondisi SLB hingga Terminal

MANOKWARI, LinkPapua.id – Panitia Kerja (Panja) DPR Provinsi Papua Barat (DPRP PB) meninjau sejumlah...

Kemenkum Himpun Rekomendasi Perkuat Layanan Bantuan Hukum bagi Masyarakat Tidak Mampu

MANOKWARI, Linkpapua.id-Kantor Wilayah Kementerian Hukum Papua Barat menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang optimalisasi...