Sikapi Kejadian di Merauke, Elite Papua: Mari Jaga Suasana Kondusif, Aman, dan Damai

Published on

JAYAPURA, Linkpapua.com- Penganiayaan oleh dua oknum anggota TNI AU terhadap Steven Laki, pemuda tunawicara, di Kabupaten Merauke, Papua, mengundang atensi berbagai pihak hingga nasional.

Tetap menjaga suasana kondusif, aman, dan damai, sejumlah elite meminta seluruh masyarakat di Papua tidak terprovokasi dengan kejadian pada Senin (26/7/2021) lalu itu.

Imbauan disampaikan Ketua DPD Lembaga Pengawasan Reformasi Indonesia Papua, Elisa Boway; Rektor Universitas Cenderawasih (Uncen), Dr. Ir. Apolo Safanto, S.T., M.T.; Ketua Pemuda Lapango Kabupaten Jayapura, Erik Brago Tabuni; Ketua HMI Cabang Jayapura, Nawal Kotaromalos; Ketua GMKI Kota Jayapura, Opinis Sogoneap, dalam video yang beredar dan dikutip pada Jumat (30/7/2021).

Ketua DPD Lembaga Pengawasan Reformasi Indonesia Papua, Elisa Boway, mengatakan pimpinan TNI AU telah meminta maaf dan sudah memproses hukum dua oknum anggota TNI AU tersebut.

“Mari kita serahkan kepada pihak yang berwenang dalam memproses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mari bersama-sama kita ciptakan suasana kondusif, aman, dan damai di Tanah Papua, serta tetap patuhi protokol kesehatan dalam menghadapi pandemi Covid-19 serta kita sukseskan PON ke-20,” kata Elisa.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Pemuda Lapango Kabupaten Jayapura, Erik Brago Tabuni dan Ketua HMI Cabang Jayapura, Nawal Kotaromalos. Keduanya mengimbau masyarakat Papua tidak terprovokasi terkait kejadian itu.

Sementara Rektor Uncen, Dr. Ir. Apolo Safanto, S.T., M.T., mengungkapkan pihaknya menyampaikan penyesalan yang mendalam atas tindakan yang dilakukan oleh 2 oknum TNI AU terhadap seorang warga Merauke tersebut.

Dikatakan pula, pimpinan TNI telah mengambil langkah tegas terhadap kedua oknum anggota TNI AU tersebut.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, secara khusus mahasiswa Universitas Cenderawasih agar tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat menimbulkan anarkisme di tengah masyarakat seperti mobilisasi massa ataupun demonstrasi karena pada saat ini kita masih berada dalam situasi dan kondisi bencana non alam pandemi Covid-19,” imbaunya.

Ketua GMKI Kota Jayapura, Opinis Sogoneap, menyampaikan kejadian di Merauke tersebut tidak perlu dibesar-besarkan lagi. Pasalnya, kedua pelaku sudah ditangani pihak yang berwajib dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Pihaknya juga meminta agar tidak ada yang melakukan mobilisasi massa lantaran Kota Jayapura saat ini sedang berstatus zona merah Covid-19 karena akan menimbulkan klaster baru Covid-19 di Jayapura.

“Sementara kita punya rumah sakit di Kota Jayapura sudah full dengan pasien Covid-19. Jadi adik, kakak, semua kami dari GMKI berpesan kita sama-sama menjaga kesehatan, ketertiban agar kota ini terhindar dari hal-hal yang membuat kita menjadi korban apalagi saat ini dalam suasana Covid-19,” pesannya. (LP2/red)

Latest articles

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tinjau Sarana Latihan Rindam XVIII di Mansel

0
MANSEL, LinkPapua.id - Menteri Pertahanan (Menhan) RI Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin meninjau sarana latihan Rindam XVIII/Kasuari di Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), Papua Barat....

More like this

Rilis Akhir Tahun 2025, Polresta Manokwari Catat Angka Kejahatan Meningkat

MANOKWARI, Linkpapua.id- Polresta Manokwari menggelar pers rilis pada Rabu (31/12/2025) di ruang data Mapolresta...

Pemda dan APH Kumpulkan Masyarakat Wasirawi, Sepakati Pemberhentian Sementara PETI

MANOWARI, Linkpapua.id- Pemkab Manokwari bersama Forkopimda Papua Barat dan Forkopimda Manokwari menggelar pertemuan dengan...

Sempat Hilang Saat Berenang di Bendungan Kali Anggris, Juan Ditemukan Meninggal Dunia

MANOKWARI, Linkpapua.id – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manokwari melalui Unit Siaga SAR Teluk...