SMA TKN Manokwari Beri Ruang Pembinaan Siswa Terlibat Kasus Pemukulan

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pihak SMA Taruna Kasuari Nusantara (TKN) Papua Barat memilih tidak mengeluarkan para siswa yang terindikasi terlibat kasus pemukulan. Sekolah memberikan ruang pembinaan melalui penandatanganan surat pernyataan bermaterai dengan syarat yang sangat ketat.

“Kalau di kemudian hari terjadi pelanggaran, maka sesuai aturan sekolah, siswa siap dikembalikan kepada orang tua tanpa alasan apa pun,” kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA TKN Papua Barat, Saban Budi Cahyono, dalam keterangannya, Selasa (28/4/2026).

Saban menjelaskan surat pernyataan tersebut memuat komitmen bersama antara siswa dan orang tua. Pihak sekolah membedakan isi pernyataan berdasarkan tingkatan kelas para siswa.

Siswa kelas X wajib berkomitmen untuk saling memaafkan dan tidak menyimpan dendam pasca-insiden. Mereka juga berjanji tidak akan melakukan tindakan kekerasan maupun melanggar aturan sekolah di masa depan.

Sementara itu, siswa kelas XI harus berkomitmen untuk tidak mengulangi pelanggaran serupa. Sekolah menekankan larangan keras melakukan kekerasan terhadap adik kelas mereka.

Saban juga mengklarifikasi isu pemulangan 60 siswa yang sempat beredar di masyarakat. Dia menegaskan tindakan tersebut merupakan langkah preventif demi menjaga kondusivitas lingkungan sekolah.

“Itu bukan dikeluarkan. Saat itu kami mengantisipasi kondisi di lapangan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk potensi reaksi dari pihak luar,” jelas Saban.

Dia menambahkan bahwa puluhan siswa tersebut baru masuk tahap indikasi keterlibatan. Tim sekolah belum melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap status seluruh siswa yang dipulangkan sementara tersebut.

Sekolah berencana mengundang para orang tua siswa kelas X dan kelas XI dalam waktu dekat. Pertemuan tersebut akan membahas penyelesaian kasus secara komprehensif serta langkah pembinaan ke depan.

Saban juga meminta para siswa kelas XI menunjukkan empati nyata kepada para korban. Dia mendorong siswa senior menjenguk rekan mereka untuk memberikan dukungan moral.

“Paling tidak ada rasa kepedulian. Itu penting untuk pemulihan bersama,” ucapnya.

Mengenai kondisi korban, Saban menyebut sebagian besar siswa telah pulih. Namun, satu orang siswa masih harus menjalani perawatan jalan karena mengalami cedera pada bagian tangan.

Pihak sekolah memastikan seluruh proses penanganan tetap mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Insiden ini menjadi bahan evaluasi serius dalam memperketat pengawasan siswa di masa mendatang. (LP2/red)

Latest articles

Kapolda Alfred Papare Awasi Tes CAT Bintara Polri 2026, Tekankan Prinsip...

0
MANOKWARI, Linkpapua.id-Kepala Kepolisian Daerah Papua Barat, Irjen Pol Alfred Papare S.I.K. meninjau Langsung Pelaksanaan Tes Computer Assisted Test (CAT) Psikologi Penerimaan Bintara Polri Tahun...

More like this

Dominggus Tutup Rakornis Bappeda se-Papua Barat, Tekankan Sinkronisasi Program-Percepatan Layanan

MANOKWARI, LinkPapua.id - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menutup Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Bappeda...

Kapolda Papua Barat Beri Penghargaan Atlet Brimob Juara Lari 10K di Bali

MANOKWARI, LinkPapua.id - Kapolda Papua Barat Irjen Alfred Papare memberikan penghargaan kepada personel Brimob...

Pemprov Papua Barat Dukung Pemetaan Masalah Kemanusiaan di Papua Lewat Pra-Simposium PGI

MANOKWARI, LinkPapua.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mendukung pelaksanaan Pra-Simposium Persekutuan Gereja-gereja di...