26.7 C
Manokwari
Jumat, Maret 27, 2026
26.7 C
Manokwari

Search for an article

More

    Stunting-Miskin Ekstrem di PB Masih Tinggi, Waterpauw: Kita Bentuk Satgas

    Published on

    MANOKWARI, Linkpapua.com – Pemerintah Provinsi Papua Barat saat ini konsen untuk berupaya menurunkan angka stunting dan kemiskinan ekstrem. Dua isu ini menjadi telah strategis pemprov karena menjadi parameter kinerja penjabat gubernur.

    Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw mengatakan, pada pemaparan kinerja di rakornas lalu, Papua Barat relatif lebih baik di semua bidang. Pemerintah pusat hanya menggarisbawahi dua isu. Yakni soal penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem.

    “Tidak banyak pertanyaan di semester tiga dan lebih banyak saran konkret dari tim penilai. Umumnya dinyatakan baik yang menjadi atensi dari tim yakni soal masih tingginya stunting dan kemiskinan ekstrem,” ujar Waterpauw kepada wartawan, Jumat (14/4) di salah satu hotel di Manokwari.

    Papua Barat kata dia akan mengambil langkah segera karena masih menjadi provinsi yang rendah angka prevalensi stunting. Begitu juga kemiskinan ekstrem praktis masih membutuhkan penanganan karena trennya yang masih tinggi.

    Kata Waterpauw, banyak faktor yang memengaruhi implementasi penurunan stunting dan kemiskinan. Namun ia menegaskan keseriusannya untuk memangkas angka kasus ini.

    “Papua Barat menjadi provinsi yang serius dalam penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem. Akan lakukan rapat zoom meeting bersama pemerinath di zona merah melalui Bintuni,” jelas Waterpauw.

    Dia mengungkapkan, Kabupaten Bintuni merupakan daerah dengan realisasi PAD cukup besar. Namun juga menjadi penghasil stunting dan kemiskinan ekstrem tinggi di Papua Barat.

    “Besok kami akan mengecek bersama pemerintah Kabupaten Bintuni. Walau tidak sampai menurun sampai 0 persen namun kita ada upaya,” ujarnya.

    Waterpauw mengaku juga akan membentuk satuan tugas (satgas) penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem di Papua Barat.

    “Paling tidak ada upaya untuk penurunan stunting dan kemiskinan ekstrem. Ada sekitar 8 OPD yang menangani hal tersebut, kita juga akan membentuk satgas,” paparnya.

    Waterpauw juga mengaku akan membagi klaster dalam rapat dan memprioritaskan beberapa daerah. Di antaranya Pegaf, Mansel dan Manokwari. Dia akan meminta penjelasan soal kendala dalam penanganan masalah tersebut.

    “Prinsipnya kita mencari solusi secepatnya. Prioritas kita sekarang stunting dan kemiskinan ekstrem,” tandasnya. (LP9/Red)

    Latest articles

    Waduh! 2.708 Pegawai Kemensos Bolos Usai Lebaran, Gus Ipul Siapkan Sanksi

    0
    JAKARTA, LinkPapua.id - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) naik pitam mendapati ribuan bawahannya tidak masuk kerja tanpa keterangan pada hari pertama usai libur...

    More like this

    Pertamina Patra Niaga Perkuat Stok BBM di Teluk Wondama

    TELUK WONDAMA, Linkpapua.id- Pertamina Patra Niaga memastikan kapal pengangkut BBM ke Teluk Wondama sudah...

    Tingkatkan Kualitas Pendidikan, ‎Pemkab Manokwari Resmikan SMP Negeri 22 Satu Atap Mubri

    MANOKWARI, Linkpapua.id-Bupati Manokwari Hermus Indou meresmikan pembangunan SMP Negeri 22 Satu Atap Mubri pada...

    Kapolda Papare Hadiri Rapim Kodam XVIII/Kasuari, Perkuat Sinergitas TNI–Polri

    MANOKWARI, Linkpapua.id— Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare, S.I.K. menghadiri kegiatan Rapat Pimpinan...
    Exit mobile version