Stunting-Miskin Ekstrem di PB Masih Tinggi, Waterpauw: Kita Bentuk Satgas

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com – Pemerintah Provinsi Papua Barat saat ini konsen untuk berupaya menurunkan angka stunting dan kemiskinan ekstrem. Dua isu ini menjadi telah strategis pemprov karena menjadi parameter kinerja penjabat gubernur.

Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw mengatakan, pada pemaparan kinerja di rakornas lalu, Papua Barat relatif lebih baik di semua bidang. Pemerintah pusat hanya menggarisbawahi dua isu. Yakni soal penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem.

“Tidak banyak pertanyaan di semester tiga dan lebih banyak saran konkret dari tim penilai. Umumnya dinyatakan baik yang menjadi atensi dari tim yakni soal masih tingginya stunting dan kemiskinan ekstrem,” ujar Waterpauw kepada wartawan, Jumat (14/4) di salah satu hotel di Manokwari.

Papua Barat kata dia akan mengambil langkah segera karena masih menjadi provinsi yang rendah angka prevalensi stunting. Begitu juga kemiskinan ekstrem praktis masih membutuhkan penanganan karena trennya yang masih tinggi.

Kata Waterpauw, banyak faktor yang memengaruhi implementasi penurunan stunting dan kemiskinan. Namun ia menegaskan keseriusannya untuk memangkas angka kasus ini.

“Papua Barat menjadi provinsi yang serius dalam penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem. Akan lakukan rapat zoom meeting bersama pemerinath di zona merah melalui Bintuni,” jelas Waterpauw.

Dia mengungkapkan, Kabupaten Bintuni merupakan daerah dengan realisasi PAD cukup besar. Namun juga menjadi penghasil stunting dan kemiskinan ekstrem tinggi di Papua Barat.

“Besok kami akan mengecek bersama pemerintah Kabupaten Bintuni. Walau tidak sampai menurun sampai 0 persen namun kita ada upaya,” ujarnya.

Waterpauw mengaku juga akan membentuk satuan tugas (satgas) penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem di Papua Barat.

“Paling tidak ada upaya untuk penurunan stunting dan kemiskinan ekstrem. Ada sekitar 8 OPD yang menangani hal tersebut, kita juga akan membentuk satgas,” paparnya.

Waterpauw juga mengaku akan membagi klaster dalam rapat dan memprioritaskan beberapa daerah. Di antaranya Pegaf, Mansel dan Manokwari. Dia akan meminta penjelasan soal kendala dalam penanganan masalah tersebut.

“Prinsipnya kita mencari solusi secepatnya. Prioritas kita sekarang stunting dan kemiskinan ekstrem,” tandasnya. (LP9/Red)

Latest articles

DPRK Wondama Dorong Pemkab Berikan TPP ASN Triwulan IV 2026, Jadi...

0
TELUK WONDAMA, LinkPapua.id – DPRK Teluk Wondama, Papua Barat, kembali mendorong Pemkab Teluk Wondama mengupayakan pembayaran tunjangan penghasilan pegawai (TPP) bagi ASN pada triwulan...

More like this

PSSI Papua Barat Mulai Tahapan Pemilihan Ketua, Pendaftaran Dibuka 5-9 Oktober

MANOKWARI, LinkPapua.id – Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Papua Barat...

Nilai Ekspor Papua Barat Agustus 2026 Melonjak Jadi US$297,51 Juta, Didominasi Bahan Bakar Mineral

MANOKWARI, LinkPapua.id – Nilai ekspor Papua Barat pada Agustus 2026 melonjak menjadi US$297,51 juta....

BGN Ungkap Perputaran Anggaran MBG di Papua Barat Capai Rp36 Miliar per Bulan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap perputaran anggaran program Makan Bergizi Gratis...