MANOKWARI, Linkpapua.id-Pernyataan mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu yang menyebut industri event organizer (EO) sebagai “sarang korupsi” menuai reaksi dari berbagai kalangan. Kritik tersebut dinilai tidak sejalan dengan semangat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang selama ini mendorong ekonomi kreatif, UMKM, dan industri berbasis kreativitas sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional.
Ketua DPW Gekrafs Papua Barat Kristofel menilai pernyataan Said Didu sebagai logika yang sesat dan berbahaya karena dapat merusak citra industri kreatif.
“Dalam arah kebijakan Presiden Prabowo justru menempatkan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu tulang punggung penciptaan lapangan kerja baru. Sehingga narasi yang menyudutkan industri EO secara menyeluruh bisa berdampak buruk terhadap jutaan pekerja kreatif di lapangan,”ujarnya Sabtu (4/4/2026).
Dikatakannya, Industri Event Organizer (EO) adalah industri yang jelas-jelas menggerakkan ekonomi bangsa.
Menurutnya industri EO bukan beban anggaran negara, melainkan salah satu sektor yang memberi dampak besar terhadap perekonomian.
“Melalui pesan Presiden Prabowo negara harus hadir melindungi sektor-sektor produktif yang membuka lapangan pekerjaan dan memberi dampak ekonomi langsung kepada masyarakat. Industri ini termasuk salah satu sektor yang harus dijaga, bukan justru dilemahkan dengan stigma negatif,”tegas dia.(LP3/Red)
