Warga Mitiede Kecewa Bantuan Longsor Pemprov Papua Barat Tak Kunjung Terealisasi

Published on

PEGAF, LinkPapua.com – Warga Kampung Mitiede, Distrik Minyambouw, Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), Papua Barat, kecewa dengan pemangkasan anggaran normalisasi longsor yang dijanjikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat. Hingga kini, bantuan yang dijanjikan belum terealisasi, membuat warga masih menderita akibat dampak bencana.

Sepina Ayok, salah satu korban longsor, mengungkapkan kekecewaannya kepada Ketua DPR Papua Barat, Orgenes Wonggor, saat melakukan kunjungan kerja di Distrik Minyambouw, Selasa (18/3/2025).

“Sampai sekarang ini pemerintah belum jawab satu pun sampai dengan yang saya ada berdiri bicara ini. Pemerintah Provinsi Papua Barat janji bantuan Rp1 miliar, Ketua DPR Provinsi Rp100 juta,” ujarnya.

Dia menegaskan bahwa kondisi warga semakin sulit. “Sampai detik ini bantuan itu belum datang di tangan kami. Kalau ada yang datang di tempat longsor, kami pasti marah. Palang jalang dan pemerintah karena buta dan tidak lihat kami masyarakat kecil,” katanya.

Bencana longsor di Kampung Mitiede terjadi pada 26 Juni 2024, menyebabkan korban jiwa, merusak rumah warga, serta menghancurkan fasilitas jalan dan jembatan. Sejak saat itu, warga masih hidup dalam keterbatasan dan belum mendapat solusi konkret dari pemerintah.

“Sejak terjadi longsor sampai dengan saya bicara ini, kita ini menderita. Rumah tidak ada, pakaian tidak ada. Jalan juga tidak bagus. Kita juga khawatir gunung (bukit) yang sebelah jatuh, longsor,” ungkapnya.

Edi Dowansiba, warga lainnya, juga mempertanyakan komitmen Pemprov Papua Barat. “Warga minta minta supaya pemerintah bantu memperbaiki ruas jalan, bangun talud pengamanan di kali (sungai) dan gunung sebagai pengamanan supaya bisa kita kembali ke kampung dan bangun rumah kembali,” tuturnya.

Hingga kini, banyak korban longsor masih menumpang di rumah keluarga. “Anak-anak yang bersekolah, juga harus jalan kaki cukup jauh. Jalan yang rusak ini juga sudah bikin orang jatuh dari motor,” imbuhnya

Dia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pegaf dan Pemprov Papua Barat segera merealisasikan normalisasi sungai dan pembangunan talud. “Kami mau pemerintah datang lihat kami punya rumah, perbaiki jalan, bangun talud untuk atasi longsor. Harus bikin semua baik lagi untuk warga kampung Mitiede,” ucapnya.

Kerusakan jalan dan jembatan juga dikeluhkan pengendara yang melintas di Kampung Mitiede. “Kalau cuaca hujan itu kondisinya cukup membahayakan dan setengah mati. Sudah ada teman kami yang jatuh akibat kondisi jalan rusak. Membawa material atau kosong itu susah lewat di tempat longsor ini,” ungkap Dani, seorang sopir truk. (*/red)

Latest articles

Wagub Papua Barat Dorong Reposisi DBH Migas Jadi PAD di Rakernas...

0
JAMBI, LinkPapua.id – Wakil Gubernur (Wagub) Papua Barat Mohamad Lakotani mendorong pemerintah pusat melakukan reposisi Dana Bagi Hasil (DBH) minyak dan gas bumi (migas)...

More like this

Pengurus LMA Suku Besar Sebyar Teluk Bintuni Dilantik, Nih Inai Jadi Ketua

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Pengurus Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Suku Besar Sebyar, Kabupaten Teluk...

Mobil Diadang Pedemo, Gubernur Papua Barat Turun Temui Massa-Minta Tertib Sampaikan Aspirasi

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menemui langsung massa pengunjuk rasa penolak...

Wakapolda: Papua Barat Harus Lepas dari Ketergantungan Benih Jagung Luar Daerah

MANOKWARI, Linkpapua.id-Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol. Sulastiana mengatakan komitmen kepolisian dalam mendukung pengembangan pertanian...