MANOKWARI, LinkPapua.id – Sebanyak 1.813 mahasiswa baru mengikuti PKKMB Universitas Papua (Unipa) 2026 yang digelar serentak di Manokwari, Aimas Sorong, Papua Barat, serta di Raja Ampat, Papua Barat Daya. PKKMB Unipa mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MuRI) melalui penggunaan mahkota dan noken Papua terbanyak.
“Rekor penggunaan mahkota, penggunaan noken Papua terbanyak hari ini di dunia masih dipegang oleh Unipa. Saya tadi malam sudah mendapat surat dari manajemen rekor MuRI untuk pencatatan rekor MuRI besok,” ujar Rektor Unipa Prof Hugo Warami saat membuka PKKMB di Aula Utama Unipa, Kamis (20/8/2026).
PKKMB Unipa diikuti 1.813 mahasiswa baru yang tersebar di tiga kampus. Peserta terdiri dari 747 laki-laki dan 1.066 perempuan.
Berdasarkan fakultas, FKIP menjadi peserta terbanyak dengan 388 mahasiswa. Disusul Fakultas Teknik 274 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) 228 orang, FTPP 193 orang, Fakultas Kehutanan 176 orang, FPIK 114 orang, Fasasbud 114 orang, Fakultas Pertanian 99 orang, Fakultas Kedokteran 75 orang, Fateta 53 orang, FMIPA 52 orang, dan Fakultas Peternakan 47 orang.
Hugo mengatakan penggunaan mahkota dan noken Papua tidak hanya menjadi bagian dari identitas budaya mahasiswa baru. Menurutnya, kegiatan tersebut turut menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat Papua.
“Dengan saudara menggunakan mahkota dan noken, saudara telah berdampak pada ekonomi kreatif mama-mama Papua. Jika total 1.814, maka beredar Rp300 juta sampai Rp500 juta kepada mama-mama Papua,” katanya.
Nilai tersebut dihitung berdasarkan harga mahkota sekitar Rp100 ribu hingga Rp150 ribu dan noken Rp100 ribu hingga Rp200 ribu. Pada hari berikutnya, mahasiswa baru dijadwalkan menggunakan batik Papua.
Hugo menyebut rangkaian PKKMB juga berdampak terhadap perputaran ekonomi di Manokwari. Dia memperkirakan perputaran ekonomi dari kegiatan tersebut mencapai sekitar Rp1,3 miliar.
“Dampak dari PKKMB H-5 ini merupakan bagian dari kampus berdampak,” sebutnya.
Unipa sebelumnya berupaya mencatat rekor penggunaan tumbler terbanyak. Rekor tersebut telah dicatatkan dalam kegiatan Pesparawi Nasional XIV dengan jumlah sekitar 6.000 peserta.
PKKMB Unipa digelar serentak di Kampus Unipa Manokwari, Kampus Aimas Sorong, dan Kampus Raja Ampat. Kegiatan ini berlangsung di tiga kabupaten yang berada di dua provinsi.
“Atas nama civitas academica Unipa, saya mengucapkan selamat datang di rumah besar Unipa,” ucap Hugo.
Hugo mengatakan PKKMB menjadi bagian dari proses akademik mahasiswa baru di Unipa. Dua hari pelaksanaan PKKMB menjadi bagian dari proses penentuan penerimaan mahasiswa sebagai mahasiswa Unipa.
Dia menggambarkan PKKMB sebagai ritual akademik yang menjadi pintu masuk mahasiswa ke lingkungan perguruan tinggi. Setelah menyelesaikan pendidikan, mahasiswa akan kembali menjalani ritual akademik saat menuntaskan studi di Unipa.
Pada PKKMB tahun ini, Unipa juga memperkenalkan maskot berupa ikan pelangi Arfak. Hugo mengajak mahasiswa ikut menjaga dan melestarikan satwa tersebut.
“Kita sudah mendaftarkan dan telah dicatat hak intelektual atas maskot ini dan itu mendukung pencatatan rekor dalam kegiatan ini,” ungkapnya.
Di sisi lain, Hugo menyoroti peran Unipa dalam memperkuat persatuan nasional. Mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua, disebut memilih Unipa sebagai tempat menempuh pendidikan.
“Kita telah menunjukkan nasionalisme, kita telah menjaga marwah NKRI, tetapi negara belum menunjukkan keberpihakannya terhadap berbagai infrastruktur yang mendukung penciptaan generasi emas menuju Indonesia emas 2045,” tuturnya.
Hugo juga mengingatkan mahasiswa baru untuk menjaga keamanan dan kondusivitas lingkungan kampus. Dia meminta mahasiswa menghindari kekerasan, bentrokan, serta tindakan senioritas yang dapat mencoreng citra akademik Unipa.
“Tindakan kecil senior kepada mahasiswa baru atau yang lainnya akan mengganggu nuansa citra akademik. Saya mohon mari kita jaga dan merawat harmoni. Kita sudah menyatakan bahwa Unipa sebagai rumah besar, maka mari kita jaga harmoni ini,” serunya.
PKKMB Unipa resmi dibuka Hugo bersama civitas academica dengan penabuhan tifa sebanyak lima kali. Sementara itu, Ketua Panitia PKKMB Lutfi menyebut kegiatan ini menjadi pintu gerbang mahasiswa baru untuk memahami kehidupan akademik dan lingkungan kampus.
“Jangan datang ke Unipa hanya untuk menyelesaikan perkuliahan, tetapi datanglah ke Unipa untuk menjadi seseorang yang memberikan arti. Gunakan masa perkuliahan untuk memperluas wawasan, membangun relasi, mengikuti kegiatan positif, mengikuti kegiatan pengembangan kemampuan, berani mencoba hal baru dan yang terpenting jangan takut gagal,” pesannya.
Lutfi mengatakan Unipa bukan sekadar tempat memperoleh gelar akademik. Kampus juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk bertumbuh, berproses, berkolaborasi, berinovasi, dan memberikan kontribusi kepada masyarakat.
Selain kegiatan pengenalan kampus, PKKMB Unipa diwarnai aksi solidaritas bagi korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Panitia menyediakan kotak donasi bagi mahasiswa dan civitas akademika yang ingin memberikan bantuan.
“Kepada peserta yang ingin berdonasi silakan, telah tersedia kotak-kotak donasi. Ini menjadi bagian dari Unipa berdampak,” imbaunya. (LP14/red)
