Gubernur Papua Barat-Bupati Manokwari Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir Wosi

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan bersama Bupati Manokwari Hermus Indou menyambangi warga terdampak banjir di kawasan Wosi, Manokwari, untuk menyerahkan bantuan darurat. Kehadiran kedua pimpinan daerah ini sekaligus untuk meninjau langsung kerusakan akibat luapan air yang merendam permukiman warga.

Dominggus menjelaskan banjir tersebut dipicu curah hujan ekstrem yang mengguyur Manokwari dalam durasi cukup lama. Hal itu menyebabkan saluran drainase tidak mampu menampung debit air hingga meluap ke rumah warga di wilayah dataran rendah.

Baca juga:  Kejari Manokwari Lelang 29 Jenis Barang Rampasan, Terjual Rp3,2 Miliar

“Saya di Manokwari selama ini, baru kemarin ada kejadian banjir sampai setinggi itu,” ujar Dominggus di sela penyerahan bantuan, Jumat (17/4/2026).

Dia mengingatkan agar peristiwa ini menjadi peringatan bagi perangkat daerah terkait untuk lebih memperhatikan aspek tata ruang. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk berhenti membuang sampah sembarangan agar tidak menyumbat saluran air di masa mendatang.

Baca juga:  Dominggus Mandacan Ungkap Pergub Izin Tambang Rakyat Masih Tersendat

Sementara itu, Bupati Manokwari Hermus Indou menyebut faktor alam dan tingginya intensitas hujan menjadi penyebab genangan tinggi di kawasan Wosi. Selain itu, dia juga menyoroti dampak perubahan iklim serta degradasi hutan di bagian hulu sungai yang memperburuk kemampuan serap air.

“Curah hujan yang deras hingga lebih dari lima jam sudah bisa membuat genangan air yang cukup tinggi,” kata Hermus.

Baca juga:  900 Ribu Orang Wisata ke Papua Barat Sepanjang 2025, Ini Rinciannya

Selain itu, kata dia, pertumbuhan penduduk yang pesat membuat kawasan Wosi makin padat, termasuk munculnya permukiman di wilayah yang seharusnya tidak diperuntukkan sebagai lokasi hunian. Kondisi ini membuat pemerintah daerah berencana melakukan evaluasi total terhadap penataan kawasan serta memperkuat langkah mitigasi.

“Akibat pertumbuhan penduduk, mau tidak mau di bantaran sungai yang tidak diperbolehkan membangun turut menjadi korban,” tutur Hermus. (LP14/red)

Latest articles

DPRK Teluk Wondama Setujui Pertanggungjawaban APBD 2025, Minta Pemkab Benahi PAD

0
TELUK WONDAMA, LinkPapua.id – DPRK Teluk Wondama, Papua Barat, menyetujui Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun anggaran 2025 menjadi peraturan daerah. Meski...

More like this

Tak Terhalang Domisili, Peserta JKN Asal Biak Rasakan Pelayanan Optimal di Manokwari

MANOKWARI, LinkPapua.id – Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) asal Kabupaten Biak, Papua, tetap memperoleh...

Dominggus Letakkan Batu Pertama Pembangunan Gereja GKI Betel Bremi, Sumbang 500 Sak Semen

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung...

Raker Apindo Papua Barat Bahas Penguatan Investasi-Penciptaan Lapangan Kerja

MANOKWARI, LinkPapua.id– DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Papua Barat menggelar Rapat Kerja (Raker) I...