Menko Pangan Zulhas: Pembangunan-Pemerataan Papua Libatkan Masyarakat Adat

Published on

SORONG, LinkPapua.id – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) meminta pembangunan di tanah Papua melibatkan masyarakat adat. Dia juga menegaskan pembangunan harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat adat.

“Pembangunan dan pemerataan pembangunan harus melibatkan masyarakat adat dan memastikan masyarakat adat menerima manfaat. Kalau tidak memberikan manfaat kepada masyarakat, maka pembangunan itu perlu kita pertanyakan,” kata Zulhas saat membuka Papua Action for Development, Economy, and Sustainable Nature (PAPEDA) Summit 2026 di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (2/9/2026).

Zulhas mengatakan pemerintah harus memberikan kepercayaan yang lebih besar kepada masyarakat Papua dalam menentukan dan menjalankan arah pembangunan. Menurutnya, masyarakat Papua perlu diberi ruang untuk menentukan pembangunan di wilayahnya.

Baca juga:  Kabar Duka! Legenda Angkat Besi Indonesia Asal Papua Lisa Rumbewas Meninggal Dunia

“Saya percaya Papua harus diberi kepercayaan penuh,” ujarnya.

Zulhas hadir sebagai salah satu pembicara utama dalam PAPEDA Summit 2026 di Kota Sorong. Forum tersebut berlangsung selama 2-4 September 2026 dengan melibatkan pemerintah, masyarakat adat, organisasi masyarakat sipil, akademisi, sektor swasta, lembaga riset, dan mitra pembangunan.

Dia menyatakan pandangannya sejalan dengan Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu mengenai pentingnya memastikan masyarakat adat memperoleh manfaat nyata dari pembangunan. PAPEDA Summit 2026 mengusung semangat Celebrating Papua Action for People, Environment, and Sustainable Development dengan menempatkan manusia, lingkungan, dan budaya sebagai fondasi pembangunan Tanah Papua.

Baca juga:  Mendag Klaim Stok Minyak Goreng Melimpah: Ada Mafia yang Main

Ketua PAPEDA Summit 2026 Julian Kelly Kambu melaporkan kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.030 peserta. Peserta berasal dari unsur pemerintah pusat dan daerah, masyarakat adat, akademisi, sektor swasta, lembaga riset, organisasi masyarakat sipil, mitra pembangunan, hingga komunitas internasional.

Selama tiga hari, forum tersebut membahas lima agenda, yakni penyelarasan kebijakan pemerintah pusat dan daerah untuk pembangunan berkelanjutan dan aksi iklim. Agenda lainnya mencakup pengakuan dan perlindungan hak masyarakat adat, pengembangan Ekonomi Alam Baru (New Nature Economy), penguatan kedaulatan pangan dan energi, serta integrasi ilmu pengetahuan, inovasi, dan kearifan lokal melalui pendekatan pembangunan dari pegunungan hingga laut.

Baca juga:  Rektor Unipa Dorong RUU Masyarakat Adat Akomodasi Kekhasan Papua

Zulhas berharap PAPEDA Summit 2026 menghasilkan kolaborasi konkret untuk menjaga kekayaan alam tanah Papua. Dia juga berharap manfaat pembangunan dapat dirasakan secara adil oleh masyarakat yang hidup dan menjaga kawasan tersebut. (*/red)

Latest articles

‎Gubernur Papua Barat Salurkan Bantuan PBC, Mahasiswa OAP S1 Terima Rp10...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyalurkan bantuan pendidikan melalui program Papua Barat Cerdas (PBC) bagi mahasiswa dan pelajar Orang Asli Papua...

More like this

Mendikdasmen Kunjungi PWI Pusat, Dorong Penguatan Jurnalistik-Literasi Media di Sekolah

JAKARTA, LinkPapua.id – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mendorong penguatan pendidikan...

‎Cenderawasih Masih Diburu, Papua Siapkan Ranperdasus Perkuat Perlindungan

JAYAPURA, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyiapkan Rancangan Peraturan Daerah Khusus (Ranperdasus) tentang...

‎BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan 31 Asuransi Kesehatan Tambahan

BOGOR, LinkPapua.id – BPJS Kesehatan memperluas kerja sama dengan perusahaan Asuransi Kesehatan Tambahan (AKT)...