Papua Mulai Berperan dalam Kepemimpinan Politik Nasional

Published on

FAKFAK, linkpapua.id- Papua mulai menunjukkan peran dalam kepemimpinan politik nasional melalui munculnya sejumlah figur yang mampu menempati posisi strategis di tingkat pusat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Bahlil Lahadalia, tokoh asal Papua yang kini memimpin Partai Golkar.

Ketua Umum PB HMI (2013-2015) Arief Rosyid Hasan mengatakan, kemunculan Bahlil menunjukkan semakin terbukanya ruang bagi tokoh dari Papua untuk tampil dalam kepemimpinan nasional.

“Selama ini, ketika membicarakan kepemimpinan Indonesia Timur, kita lebih sering melihat Sulawesi, khususnya Sulawesi Selatan. Sekarang Papua mulai menunjukkan bahwa daerah ini juga mampu melahirkan tokoh yang berperan di tingkat nasional,” kata Arief usai menjadi salah satu pembicara di LK II Nasional HMI Cabang Fakfak, di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Jumat (25/9/).

Arief menjelaskan, Bahlil yang menghabiskan masa kecil hingga remaja di Fakfak ini, membangun karier melalui organisasi dan dunia usaha sebelum masuk ke pemerintahan. Ia kemudian dipercaya menjadi menteri dan selanjutnya memimpin Partai Golkar.

Baca juga:  MRPB Kantongi 4 Nama Calon Pj Gubernur PB, Disodorkan ke Kemendagri Lusa

Perjalanan tersebut, lanjut Arief, memperlihatkan bahwa tokoh dari Papua memiliki peluang yang sama untuk berkembang dan mengambil peran dalam politik nasional.

“Bahlil melalui proses yang panjang. Ia berangkat dari organisasi dan dunia usaha, kemudian masuk pemerintahan hingga dipercaya memimpin partai politik. Ini menunjukkan adanya ruang bagi orang Papua untuk berkembang sampai ke tingkat nasional,” ujar alumnus Lemhanas RI ini.

Sulawesi Punya Sejarah Kaderisasi

Arief mengatakan, dominasi Sulawesi dalam kepemimpinan Indonesia Timur selama ini tidak terlepas dari kuatnya ekosistem pendidikan, organisasi, perdagangan, birokrasi, dan politik di Sulawesi Selatan.

Makassar, kata dia, menjadi salah satu pusat kaderisasi yang melahirkan banyak tokoh nasional. Organisasi mahasiswa, kepemudaan, profesi, pemerintahan, hingga dunia usaha menjadi bagian dari proses tersebut.

Baca juga:  Alhamdulillah! Berkas Bacaleg PKB Papua Barat Daya Dinyatakan Lengkap 100 Persen

Namun, perkembangan demokrasi dan mobilitas sosial membuat pusat-pusat kepemimpinan semakin tersebar.

“Sulawesi Selatan tetap memiliki peran penting dan sejarah panjang dalam melahirkan tokoh nasional. Tetapi sekarang kepemimpinan Indonesia Timur tidak lagi hanya bertumpu di Sulawesi,” kata Arief.

Menurut dia, Papua mulai menjadi bagian dari perubahan tersebut dengan munculnya figur yang memiliki posisi strategis di tingkat nasional.

Papua Bukan Hanya Wilayah Pembangunan

Arief menilai, kehadiran tokoh asal Papua di panggung nasional juga mengubah cara pandang terhadap Papua.

Selama ini Papua lebih banyak dibicarakan dalam konteks pembangunan, pemerataan, dan kesejahteraan. Kemunculan figur Papua dalam posisi kepemimpinan nasional menunjukkan bahwa Papua juga memiliki sumber daya manusia yang dapat berkontribusi dalam pengambilan keputusan di tingkat pusat.

“Papua tidak hanya membutuhkan pembangunan. Papua juga memiliki sumber daya manusia yang bisa memimpin dan memberikan kontribusi bagi Indonesia,” ujarnya.

Baca juga:  DAP Wilayah III Doberai Minta Kapolda Tindak Tegas Mafia Illegal Logging di PBD

Ia mengatakan, semakin banyak orang Papua yang tampil dalam berbagai bidang nasional akan memperluas keterwakilan Papua dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kepemimpinan Indonesia Timur Semakin Terbuka

Arief menegaskan, meningkatnya peran Papua tidak berarti menggantikan posisi Sulawesi sebagai salah satu pusat kepemimpinan Indonesia Timur.

Menurutnya, perubahan yang terjadi menunjukkan semakin luasnya daerah yang memiliki kesempatan melahirkan tokoh nasional.

“Ini bukan soal Papua menggantikan Sulawesi. Yang terjadi adalah ruang kepemimpinan Indonesia Timur semakin luas. Papua sekarang menjadi salah satu bagian penting dari proses itu,” katanya.

Arief berharap perkembangan tersebut dapat mendorong generasi muda Papua untuk meningkatkan kapasitas melalui pendidikan, organisasi, dunia usaha, pemerintahan, dan bidang lainnya.

“Semakin banyak orang dari Papua yang tampil di tingkat nasional, semakin terbuka pula kesempatan bagi generasi berikutnya untuk mengambil peran,” kata Arief mengakhiri. (*)

Latest articles

Ketua BMKT Papua Barat Novia Utami Audiensi dengan Menag, Serahkan Proposal...

0
JAKARTA, LinkPapua.id – Ketua Umum PW BKMT Papua Barat Novia Utami Manaray menemui Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dalam agenda audiensi di Jakarta. Dalam...

More like this

Ketua BMKT Papua Barat Novia Utami Audiensi dengan Menag, Serahkan Proposal Sekretariat

JAKARTA, LinkPapua.id – Ketua Umum PW BKMT Papua Barat Novia Utami Manaray menemui Menteri...

Pengacara Minta Polisi Terdakwa Pemerkosaan di Manokwari Dibebaskan, Sebut Tuduhan Tanpa Bukti Sah

MANOKWARI, LinkPapua.id – Penasihat hukum meminta majelis hakim membebaskan MA, polisi yang menjadi terdakwa...

Wujud Kemanunggalan TNI-Rakyat, Kodim 1801/Manokwari Bersihkan Kali Sahara

MANOKWARI, Linkpapua.id— Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI),...