76 Aksi KKB di Papua Pegunungan Januari-September 2026, 29 Korban Tewas

Published on

JAYAWIJAYA, LinkPapua.id – Sebanyak 29 orang tewas dalam rangkaian gangguan keamanan yang melibatkan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua Pegunungan sepanjang Januari-September 2026. Polda Papua mencatat sedikitnya 76 aksi terjadi dalam periode tersebut.

“Selama periode tersebut tercatat 76 aksi penembakan, pembakaran, kontak tembak, penganiayaan, pemalangan, penyanderaan, pengancaman, dan perampasan senjata api yang dilakukan KKB,” kata Kapolda Papua Irjen Pol Patrige Renwarin dalam keterangannya dikutip Antara, Jumat (25/9/2026).

Dari total korban meninggal, 25 orang di antaranya merupakan warga sipil. Sementara korban dari unsur TNI dan Polri masing-masing tercatat 2 orang.

Baca juga:  Kepala Suku Besar Arfak: Wilayah Ulayat Arfak Bukan untuk Dipecah Sesuka Hati

Patrige kemudian mengungkap hasil evaluasi keamanan. Secara keseluruhan, tercatat 642 kasus gangguan keamanan selama Januari hingga September 2026.

Angka itu menjadi perhatian aparat karena berdampak langsung terhadap perlindungan masyarakat di Papua Pegunungan. Patrige menilai penanganannya tidak cukup dilakukan oleh aparat keamanan saja.

Polda Papua bersama Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 kemudian melanjutkan penegakan hukum dengan pendekatan yang terukur. Pendekatan kepada masyarakat juga tetap dijalankan melalui program Binmas Noken.

Baca juga:  Tatap Muka Kodim dan Wartawan, Komitmen Bangun Komunikasi Positif di Sorong

“Penanganan persoalan keamanan tidak dapat dilakukan sendiri oleh aparat, tetapi diperlukan kolaborasi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” ujarnya.

Pengamanan juga diarahkan ke sejumlah akses yang dianggap rawan dilalui masyarakat. Polda Papua bersama pemangku kepentingan akan meningkatkan patroli di rute Wamena–Tolikara, Wamena–Yalimo, Wamena–Lanny Jaya dan Wamena–Nduga.

Baca juga:  Diaspora Serui Akan Gelar Konferensi di Manokwari, Bupati Yapen Dijadwalkan Hadir

Selain patroli, Binmas Noken digunakan untuk membangun pendekatan langsung dengan warga. Program tersebut antara lain menyasar pembinaan generasi muda dan pelayanan kesehatan.

“Polda Papua dan Pemprov Papua Pegunungan berkomitmen memperkuat koordinasi serta menyusun langkah penanganan secara bersama dengan mengedepankan perlindungan masyarakat, penegakan hukum, dan pendekatan humanis guna mendukung terciptanya keamanan, kedamaian, dan keberlangsungan pelayanan publik di Papua Pegunungan,” beber Patrige. (*/red)

Latest articles

‎Gubernur Papua Barat Salurkan Bantuan PBC, Mahasiswa OAP S1 Terima Rp10...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyalurkan bantuan pendidikan melalui program Papua Barat Cerdas (PBC) bagi mahasiswa dan pelajar Orang Asli Papua...

More like this

‎Cenderawasih Masih Diburu, Papua Siapkan Ranperdasus Perkuat Perlindungan

JAYAPURA, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyiapkan Rancangan Peraturan Daerah Khusus (Ranperdasus) tentang...

Papua Mulai Berperan dalam Kepemimpinan Politik Nasional

FAKFAK, linkpapua.id- Papua mulai menunjukkan peran dalam kepemimpinan politik nasional melalui munculnya sejumlah figur yang...

Kerap Timbulkan Keresahan, Masyarakat Tolak Provokasi KNPB

PAPUA, linkpapua.id — Tokoh masyarakat adat Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Karmin Yikwa, mengajak masyarakat...