MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung Gereja GKI Betel Bremi di Distrik Pantura, Manokwari Utara, Papua Barat. Dalam kesempatan itu, Dominggus juga menyerahkan bantuan 500 sak semen untuk mendukung pembangunan gereja.
“Saya yakin nanti ketika gedung gereja ini selesai dibangun, saya juga yang akan datang meresmikannya,” ujar Dominggus saat peletakan batu pertama Gedung Gereja GKI Betel Bremi, Minggu (26/7/2026).
Pembangunan gedung gereja merupakan tindak lanjut keputusan Sidang Jemaat 2023 yang dilanjutkan dengan pembentukan panitia pembangunan. Gedung baru itu direncanakan memiliki ukuran panjang 36 meter dan lebar 15 meter.

Selain melakukan peletakan batu pertama, Dominggus mengajak seluruh jemaat terlibat langsung dalam proses pembangunan sesuai kemampuan masing-masing. Dia menilai keterlibatan jemaat dapat mempererat kebersamaan sekaligus mengurangi biaya pembangunan.
“Kita di sini masing-masing punya keahlian. Ada yang bisa pasang fondasi, ada yang bisa bikin batu tela, dan yang lainnya. Mari kita gunakan kemampuan kita untuk pembangunan gereja ini agar berkat itu juga nanti kembali kepada kita dan keluarga,” katanya.
Dominggus menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat tetap mendukung pembangunan Gereja GKI Betel Bremi meski sedang menerapkan efisiensi anggaran. Sebagai bentuk dukungan, keluarga Dominggus menyerahkan bantuan sebanyak 500 sak semen.
Sementara itu, Ketua TP PKK Papua Barat Juliana A Mandacan memberikan bantuan dana Rp5 juta, 2 perangkat pembaptisan, dan 1 perlengkapan persembahan untuk gereja. Ketua Badan Pekerja Klasis GKI di Tanah Papua Klasis Manokwari Pdt Melkianus Warfandu juga menyerahkan bantuan 50 sak semen dan dana Rp5 juta.
“Jemaat GKI Betel Bremi merupakan bagian dari keluarga besar GKI Klasis Manokwari. Saya berharap kekompakan dan kebersamaan jemaat dapat diwujudkan dalam pembangunan gedung gereja ini,” tutur Melkianus.
Ketua Panitia Harian Majelis Jemaat (PHMJ) GKI Betel Bremi Pdt Cristian Beay mengatakan pembangunan gedung baru bertujuan menyediakan tempat ibadah yang lebih representatif bagi jemaat. Menurutnya, gereja tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan iman, pelayanan, dan kegiatan sosial.
“Fungsi gedung gereja ini bukan hanya sebagai tempat ibadah dan doa, tetapi juga menjadi pusat pembinaan iman, pelayanan serta kegiatan sosial yang mempererat persekutuan, persaudaraan, dan kasih di antara jemaat,” ucapnya. (LP14/red)









