Indonesia Sudah Masuki Fenomena El Nino Kuat

Published on

JAKARTA, LinkPapua – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan Indonesia telah memasuki kategori fenomena El Nino kuat. Kondisi tersebut membuat pemerintah memperkuat langkah antisipasi terhadap dampak kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan.

“Untuk saat ini kondisinya sudah masuk ke El Nino kuat,” ujar Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana, Jakarta, Selasa (28/7/2026) malam.

Faisal menjelaskan El Nino terjadi ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik meningkat hingga 0,5 derajat di atas kondisi normal. Jika ambang tersebut tercapai, Indonesia masuk dalam kategori El Nino aktif.

Baca juga:  Daftar Wilayah Masuk Musim Kemarau April 2026, Termasuk Papua Barat

BMKG memfokuskan upaya mitigasi pada ketersediaan air melalui waduk serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ada 6 provinsi yang menjadi prioritas, yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Baca juga:  Kemarau Basah Melanda, BMKG Prediksi Hujan di Atas Normal hingga Oktober

“Pengisian waduk dengan modifikasi cuaca dan lain sebagainya juga dengan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan melalui pembasaan dari lahan-lahan yang mudah terbakar ini melalui modifikasi cuaca. Tadi diperkuat banyak tentang modifikasi cuaca,” katanya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengingatkan pemerintah tidak boleh lengah karena intensitas El Nino masih berpotensi meningkat. Menurutnya, dampak El Nino tidak hanya mengancam ketersediaan air bersih, tetapi juga berisiko mengganggu sektor pangan dan perekonomian.

Baca juga:  Mutasi Polri, Wakapolda Papua Barat Berganti

“Potensi El Nino yang juga mungkin menghadirkan bencana di negeri kita. Kita harus menyiapkan diri sebaik mungkin agar El Nino yang berhimpit dengan masa kemarau tidak terlalu menghadirkan permasalahan yang terlalu berarti bagi masyarakat kita, termasuk mengganggu sektor pangan dan ekonomi secara keseluruhan,” ucap AHY. (*/red)

Latest articles

Jusuf Kalla Dorong Operasi Tepat dan Pendekatan Damai Selesaikan Konflik Papua

0
YOGYAKARTA, LinkPapua.id – Wakil Presiden (Wapres) RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) mendorong penyelesaian konflik Papua melalui operasi keamanan yang tepat serta pendekatan...

More like this

Wamendagri soal Isu Pendefinisian Ulang Orang Asli Papua: Hoaks!

JAKARTA, LinkPapua.id – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk membantah kabar Kementerian Dalam...

Pencarian Rombongan Jurnalis di Sekitar Anak Krakatau, Tim SAR Temukan Jeriken-Life Jacket

PANDEGLANG, LinkPapua.id – Tim SAR gabungan menemukan empat barang saat mencari lima jurnalis dan...

Tanpa Sinyal Marabahaya, Tim SAR Kesulitan Lacak Kapal 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

LAMPUNG SELATAN, LinkPapua.id – Tim SAR kesulitan melacak kapal yang membawa lima jurnalis dan...