MANOKWARI, Linkpapua.id – Generasi muda di Manokwari didorong untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan zaman, mulai dari perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), persaingan dunia kerja, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga persoalan kesehatan mental.
Pesan tersebut mengemuka dalam talkshow bertajuk Muda Bicara: Masa Depan Pemuda dan Kepemimpinan di Manokwari yang membahas peran strategis pemuda dalam membangun masa depan daerah yang digelar Sabtu (24/10/2026) malam.
Dalam diskusi yang digagas oleh anggota DPR Papua Barat Imam Muslih mengungkapkan, pemuda diingatkan agar mampu memanajemen diri, memiliki tujuan yang jelas, serta tidak sekadar mengikuti tren dalam menentukan pilihan hidup.
“Generasi muda perlu memahami potensi diri dan mempersiapkan kemampuan yang dibutuhkan untuk menghadapi perkembangan zaman. Kemampuan beradaptasi harus diimbangi dengan pengendalian diri agar tidak mudah terbawa arus tren yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan maupun tujuan hidup,”ungkap dia.
Selain kemampuan mengelola diri, keterampilan interpersonal juga menjadi hal penting yang perlu dimiliki pemuda. Menurut politisi PKS tersebut, Kemampuan berkomunikasi, membangun relasi, bekerja sama, dan memahami orang lain menjadi modal dalam menghadapi tantangan di lingkungan sosial maupun dunia profesional.
Talkshow tersebut juga menyoroti besarnya peluang bagi pemuda untuk menyampaikan aspirasi melalui berbagai platform yang tersedia saat ini. Semakin banyak ruang yang digunakan untuk menyuarakan gagasan, semakin besar pula peluang aspirasi generasi muda mendapat perhatian.
Namun, pemanfaatan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), perlu dilakukan secara bijak. Di tengah perkembangan AI yang semakin masif, pemuda diharapkan mampu menggunakannya sebagai alat bantu tanpa menghilangkan kemampuan berpikir kritis.
“AI pada dasarnya merupakan teknologi yang dikembangkan berdasarkan analisis dan pengolahan informasi oleh manusia. Karena itu, pemuda perlu tetap mengedepankan nalar kritis, kemampuan menganalisis, serta memeriksa kebenaran informasi sebelum mengambil keputusan atau menyampaikan pendapat,”tambahnya.
Di sektor ekonomi, Imam menilai UMKM juga menjadi salah satu peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi dan menciptakan lapangan kerja. Saat ini, banyak anak muda telah mulai bergerak di bidang usaha, tetapi tidak semua usaha mampu bertahan dalam jangka panjang.
Oleh sebab itu, pemuda yang ingin mengembangkan UMKM perlu memperkuat kemampuan berwirausaha, membangun jejaring, serta bergabung dalam komunitas yang dapat mendukung pertumbuhan usaha mereka.
“Kolaborasi dan pertukaran pengalaman penting agar pelaku UMKM muda dapat menghadapi persaingan, memperluas pasar, serta mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Sementara itu, persaingan di dunia kerja juga menjadi tantangan yang perlu diperhatikan,”tambah dia.
Dengan Jumlah lowongan pekerjaan yang tersedia belum sebanding dengan jumlah lulusan yang memasuki pasar kerja setiap tahun.
Kondisi tersebut menuntut pemuda untuk tidak hanya mengandalkan ijazah, tetapi juga memiliki keterampilan, kreativitas, serta ide dan gagasan yang mampu memberikan nilai tambah.
Selain tantangan pendidikan, teknologi, dan pekerjaan, kesehatan mental turut menjadi perhatian dalam pembahasan masa depan pemuda. Tekanan sosial, tuntutan lingkungan, persaingan, serta ekspektasi terhadap pencapaian hidup dapat memengaruhi kondisi psikologis generasi muda.
Karena itu, kemampuan mengenali kondisi diri, mengelola tekanan, dan membangun lingkungan sosial yang positif menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pemuda menghadapi masa depan.
Melalui talkshow Muda Bicara: Masa Depan Pemuda dan Kepemimpinan di Manokwari, generasi muda diharapkan mampu menjadi pribadi yang adaptif, kritis, kreatif, dan memiliki daya saing.
Pemuda tidak hanya dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga harus mampu mengendalikan diri, memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab, serta mengambil peran aktif dalam menyampaikan aspirasi dan mendorong pembangunan daerah.(LP3/Red)












