26.7 C
Manokwari
Selasa, Februari 10, 2026
26.7 C
Manokwari

Search for an article

More

    Ali Baham: Papua Barat tak Boleh Sekadar Daerah Konservasi, Harus juga Sejahtera

    Published on

    MANOKWARI, Linkpapua.com – Pj Gubernur Papua Barat Ali Baham Temongmere mengatakan, Papua Barat berdasarkan RPJMD 2025-2045 diproyeksi menjadi wilayah konservasi. Ali Baham menyebut, PB tak boleh sekadar jadi daerah konservasi, tapi juga harus menikmati kesejahteraan.

    Hal ini disampaikan Ali Baham saat memberikan sambutan dalam kegiatan Kick Off Penyusunan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Papua Barat Tahun 2025 – 2045 di Ballroom Aston New, Manokwari, Senin (11/12/2023).

    Ali Baham berharap, dalam RPJPD nanti menghadirkan konsep perencanaan pembangunan yang efisien, efektif, partisipatif, dan akuntabel. Di mana akan tergambar bagaimana wajah Provinsi Papua Barat 20 tahun ke depan.

    “Ini sangat penting, karena ada hubungannya dengan syarat adanya pemerintah Provinsi Papua Barat. Yang pertama soal wilayahnya, soal pemerintahnya soal penduduknya dan soal pengakuan batas wilayahnya”, jelasnya

    Ali mengungkapkan bahwa sampai saat ini batas wilayah Provinsi Papua Barat masih bermasalah. Mau tidak mau kata dia, ini akan memengaruhi investasi.

    “Persoalan investasi kita di daerah provinsi Papua Barat. Kita disebut provinsi konservasi. Tetapi konservasi juga harus menghasilkan uang. Bukan konservasi sumber daya di Biak lantas kita tidak punya apa-apa, harus bisa di kelola”, katanya

    Ia menjelaskan dalam skenario 20 tahun mendatang harus bisa menggambarkan tentang Provinsi Papua Barat yang tetap dalam Provinsi Konservasi. Di mana masyarakatnya juga harus sejahtera dengan konservasi itu.

    “Tetap konservasi tetapi harus sejahtera juga masyarakatnya, dengan lautnya, dengan pariwisatanya. Tidak bisa karena konservasi kita hanya menonton saja. Kemudian masyarakat hidup dalam kemiskinan ekstrem, masyarakat dalam keadaan gizi buruk, masyarakat ada yang putus sekolah, dan dengan keadaan stunting, tetapi aneh bin ajaib potensi kita yang luar biasa ini”, papar Ali Baham.

    Ali berharap kepala Bappeda dapat menggambarkan tentang skenario itu.
    Yang paling penting, adalah menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkeadilan.

    “Investasi tersebut nantinya dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah juga bisa mendongkrak ekonomi di masyarakat,” imbuh Ali Baham. (LP12/red)

    Latest articles

    Buka Manasik Haji Terintegrasi Digelar, Wabup Mugiyono Doakan Raih Haji Mabrur

    0
    MANOKWARI, Linkpapua.id-Pemerintah Kabupaten Manokwari bersama Kementerian Haji dan Umrah menyelenggarakan Manasik Haji Terintegrasi Kabupaten/Kota dan Kecamatan Tahun 1447 Hijriah/2025 Masehi bagi jemaah calon haji...

    More like this

    Pertamina Patra Niaga Ajak Murid PAUD di Laha Ambon Sulap Sampah Jadi Karya Ecoprint

    AMBON, LinkPapua.id - Pertamina Patra Niaga melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Pattimura menggandeng PAUD...

    Januaris Iba Ajak Pejabat di Tanah Papua Pegang Teguh Nilai-Nilai Agama

    TELUK BINTUNI, Linkpapua.id-Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Injil Masuk di Tanah Papua yang...

    Tindaklanjuti Instruksi Ketua Bawaslu RI, Bawaslu Manokwari Mulai Lakukan Konsolidasi Demokrasi

    MANOKWARI, Linkpapua.id-Menindaklanjuti Instruksi Ketua Bawaslu RI Nomor 2 Tahun 2026 tentang Tugas Konsolidasi Demokrasi...
    Exit mobile version