25.8 C
Manokwari
Senin, Maret 30, 2026
25.8 C
Manokwari
More

    Belajar Matematika Jadi Asyik, Siswa di Bintuni Ikuti Pelatihan Matematika Gasing

    Published on

    TELUK BINTUNI, LinkPapua.com – Sebanyak 97 siswa asli 7 suku di Teluk Bintuni, Papua Barat, antusias mengikuti pelatihan berhitung dengan metode Gasing. Pelatihan ini digelar Tim Kerja Pembantu Bupati Bidang Pendidikan untuk tingkatkan kemampuan numerasi siswa.

    Kegiatan dibuka Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Teluk Bintuni, Frans Nikolas Awak, Senin (21/7/2025). Lokasi pembukaan berlangsung di aula Women and Child Center (WCC) Kalikodok dan akan berlangsung selama 17 hari.

    Metode Gasing merupakan singkatan dari Gampang, Asyik, dan Menyenangkan. Model belajar ini dikenal efektif membuat anak paham matematika lewat langkah-langkah konkret yang mudah diterima.

    Baca juga:  202 KK di Kampung Argosigemerai Dapat Bantuan BLT Rp 300 Ribu per Bulan

    Anak-anak dalam pelatihan ini diajak bermain dan bereksplorasi menggunakan alat peraga. Konsep abstrak dijelaskan lewat pendekatan konkret agar lebih mudah dipahami dan diaplikasikan.

    Metode ini dikembangkan Prof Yohanes Surya di bawah Yayasan Teknologi Indonesia Jaya. Gasing dikenal sebagai pendekatan modern dalam pembelajaran matematika di berbagai daerah.

    Sekretaris panitia, Pastor Yohanes Belo Boli, menjelaskan total peserta pelatihan ini sebanyak 146 orang. Mereka terdiri atas 97 siswa dan 49 guru pendamping dari 48 sekolah jenjang SD dan SMP.

    Baca juga:  Sah! Yohanis Manibuy-Joko Lingara ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Teluk Bintuni Periode 2025-2030

    “Semuanya anak-anak asli 7 suku yang berasal dari 17 distrik di Kabupaten Teluk Bintuni,” ujarnya.

    Setelah pembukaan, peserta langsung diarahkan mengikuti pelatihan intensif di SD Terpadu Awarepi. Plt Sekda Teluk Bintuni menyebut kehadiran metode Gasing sebagai tanda era baru pembelajaran matematika.

    “Besar harapan saya, melalui pelaksanaan program peningkatan numerasi melalui metode Gasing di Kabupaten Teluk Bintuni ini, tidak hanya meningkatkan ketrampilan dan kemampuan siswa dalam berhitung, tetapi juga menjadi bekal anak-anak kita dalam menghadapi tantangan masa depan,” katanya.

    Baca juga:  Pemkab Teluk Bintuni Bidik Anggaran Lebih Transparan Lewat SHS 2026

    Frans juga berpesan kepada para guru agar ilmu yang diperoleh dari pelatihan ini bisa dibawa pulang dan diterapkan di sekolah masing-masing. Dia ingin pembelajaran matematika menjadi lebih tajam, adaptif, dan progresif.

    “Kiranya metode Gasing ini menjadi salah satu upaya kita bersama untuk mewujudkan masyarakat Teluk Bintuni yang Sehat, Energik, Religius, dan Andal menuju Teluk Bintuni Smart dan Inovatif,” ucap Frans yang juga didaulat sebagai penasihat Tim Kerja Pembantu Bupati Bidang Pendidikan. (LP5/red)

    Latest articles

    Dukungan Mengalir, Prof Hammar Digadang Jadi Kandidat Kuat Ketum KONI Papua...

    0
    MANOKWARI, LinkPapua.id - Dinamika bursa pemilihan Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Barat periode lima tahun ke depan mulai memanas....

    More like this

    Sepekan Pasca Lebaran, PELNI Telah Angkut 153 Ribu Penumpang Arus Balik

    JAKARTA, Linkpapua.id-PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) memastikan arus balik Angkutan Lebaran...

    Wakapolda Papua Barat Hadiri Wisuda UNCRI, Wujud Dukungan dalam Pengembangan SDM

    MANOKWARI, Linkpapua.id– Sebagai wujud komitmen Polri dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di daerah,...

    Sinergi BPH Migas, DEN dan Pertamina Patra Niaga Pastikan Ketersediaan BBM di Papua Barat Daya

    SORONG, Linkpapua.id- Pertamina Patra Niaga bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH...