Sidang Kasus Zakarias Tibiay Ricuh, Hakim PN Manokwari Ditarik Keluarga Korban

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Sidang lanjutan kasus penembakan dengan terdakwa Zakarias Tibiay (ZT) di Pengadilan Negeri (PN) Manokwari, Papua Barat, ricuh. Seorang hakim bahkan sempat ditarik keluarga korban yang memprotes jalannya persidangan.

Majelis hakim akhirnya menunda sidang dengan Nomor Perkara: 124/Pid.Sus/2025/PN.Mnk tersebut. Kericuhan dipicu protes keluarga korban atas kehadiran dua saksi dari penyidik Polresta Manokwari, Rabu (30/7/2025).

Sidang dipimpin Ketua Majelis Helmin Somalay dengan dua hakim anggota, Markaham Faried dan Sidiq. Terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Meruzalak Awom dan tim.

Suasana persidangan mulai memanas ketika beberapa warga memasuki ruang sidang tanpa pengawasan keamanan. Ketua Majelis Hakim akhirnya memutuskan untuk menskors sidang akibat kondisi tak kondusif.

Baca juga:  Dua Jurnalis Dapat Perlakuan Represif di Sidang Kasus Oknum TNI Tembak Adik Ipar

“Kita butuh dalang di balik penembakan. Itu saja. Tidak usah baku tipu,” ujar salah satu kerabat korban yang mengajukan protes.

Ketua Majelis Hakim langsung menunda sidang tanpa menyebutkan waktu lanjutan. “Sidang diskors,” ucap Helmin Somalay di hadapan terdakwa.

Keluarga korban terus menyuarakan kekecewaan terhadap proses hukum yang dianggap belum menyentuh aktor utama kasus tersebut. Mereka juga menuntut agar sidang berjalan transparan.

“Jangan tutup-tutupi dalang di balik penembakan ini,” kata Yenu salah satu kerabat korban.

Humas PN Manokwari Carolina Awi menyayangkan sikap keluarga korban yang menyerang martabat hakim. Dia menyebut salah satu hakim bahkan ditarik saat masih mengenakan toga.

“Kami sesalkan sikap keluarga korban atas insiden di pengadilan dengan memegang salah satu hakim yang sedang memakai jubah,” tuturnya kepada wartawan.

Baca juga:  Polres Manokwari Rekonstruksi Pembunuhan di Kompleks Mulyono, Peragakan 9 Adegan

Kericuhan terjadi setelah sidang diskors dan tiga hakim keluar dari ruang sidang. Sejumlah keluarga korban mendekati hakim sambil melontarkan ucapan yang dinilai merendahkan.

“Apa yang dilakukan oleh keluarga Pak Cris Warinussy, beliau sebagai pengacara/advokat senior di Manokwari. Apalagi yang membuat keributan adalah istri dari korban. Hal yang kita sayangkan adalah ketika istri dari Pak Cris menarik salah satu hakim yang masih menggunakan toga. Hal ini berkaitan dengan marwah pengadilan,” paparnya.

Karolina menekankan posisi hakim sangat penting dalam proses peradilan. Dia menyebut tanpa hakim pengadilan tidak bisa berjalan.

Baca juga:  2020 Lakalantas di Bintuni Naik, Tahun ini Fokus Tindak Pengendara Mabuk

“Skor karena situasi di dalam pengadilan ada keributan,” sebutnya.

Dia juga menyebut keluarga korban sempat menuding hakim dan jaksa menerima suap. Tuduhan itu dinilai sangat serius dan harus disertai bukti.

“Silakan dibuktikan jika hakim dan jaksa menerima suap. Kami pengadilan sangat terbuka diri ketika betul-betul ada penyuapan berkaitan dengan perkara ini,” tegasnya.

Karolina memastikan insiden kericuhan terekam CCTV yang terhubung langsung ke pusat. Dia mengingatkan bahwa proses hukum masih berjalan dan terdakwa belum tentu terbukti bersalah.

“Seharusnya sebagai korban menunggu karena ini masih proses. Apakah dia (ZT) terbukti sebagai pelaku nanti, kan, belum. Masih dalam pemeriksaan saksi. Asas yang dianut adalah asas praduga tak bersalah,” terangnya. (LP2/red)

Latest articles

Pansus DPRP Papua Barat Soroti Besarnya SiLPA di LKPJ Pemprov 2025

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Panitia Khusus (Pansus) DPRP Papua Barat menyoroti besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) dalam pelaksanaan APBD Pemprov Papua Barat. Temuan ini...

More like this

DPRK Manokwari Minta OPD Lengkapi Data Program untuk Evaluasi LKPJ 2025

MANOKWARI, Linkpapua.id – Komisi IV DPRK Manokwari meminta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang...

BKPP Teluk Bintuni Serahkan 100 Peserta Latsar ke Brigif 26/Gurana Piarawaimo

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Teluk Bintuni,...

Khawatir Biaya Operasi Mahal, Lansia di Manokwari Bernapas Lega Berkat JKN

MANOKWARI, LinkPapua.id – Seorang lansia bernama Tabita (60) di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, kini...