Bupati Hermus Indou Serahkan Izin Usaha Dodol Matoa untuk Mama-Mama Arfak

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.id – Bupati Manokwari Hermus Indou menyerahkan nomor izin usaha kepada kelompok Mama-Mama Suka Arfak di Kampung Dindey, Distrik Warmare, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha olahan dodol berbahan dasar matoa.

‎Penyerahan tersebut dilakukan saat kunjungan kerja Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara di Kampung Dindey, Sabtu (12/9/2026).

‎Hermus mengatakan, keterampilan yang telah diberikan melalui pelatihan kepada mama-mama Papua, khususnya mama-mama Arfak, diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga selesai.

‎Ia berharap keterampilan yang telah diperoleh dapat dikembangkan menjadi kegiatan usaha yang menghasilkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat di Distrik Warmare, khususnya Kampung Dindey.

‎“Harapannya apa yang sudah dibekali oleh para dosen dan mahasiswa tidak berhenti, tetapi ini menjadi berkat dan bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi mama-mama di Distrik Warmare, Kampung Dindey,” kata Hermus.

‎Menurutnya, sebanyak 18 mama-mama Arfak telah mendapatkan pelatihan secara khusus dan memiliki keterampilan untuk membuat dodol dengan ciri khas matoa.

‎Hermus mengapresiasi Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga yang bekerja sama dengan Kementerian Transmigrasi dalam memberikan pelatihan kepada mama-mama Papua tersebut.

‎Dikatakan Hermus, kegiatan itu memiliki arti strategis karena menunjukkan bahwa potensi yang dimiliki masyarakat Papua dapat dikembangkan melalui sentuhan akademik, ilmu pengetahuan dan teknologi.

‎“Kalaupun Papua ini punya banyak potensi, tetapi juga punya kekurangan, kita berharap kekurangan kita diisi oleh saudara kita lainnya,” ujarnya.

‎Ia mengatakan, keterlibatan Universitas Airlangga melalui tim ekspedisi diharapkan dapat memberikan sentuhan akademis kepada masyarakat untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi dari setiap produk yang dimiliki sesuai potensi daerah.

‎Hermus menambahkan, keberlanjutan program tersebut menjadi hal penting karena para mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan nantinya akan kembali ke Surabaya.

‎Karena itu, Pemkab Manokwari akan mendorong agar program yang telah dirintis dapat direplikasi menjadi program pemerintah daerah bersama masyarakat.

‎“Strategi kita untuk memastikan bahwa program ini bisa berkelanjutan ke depan adalah program replikasi. Kita menjadikan program ini sebagai program Pemerintah Kabupaten Manokwari,” ungkapnya.

‎Menurut Hermus, pemerintah daerah juga akan melihat berbagai kebutuhan yang dihadapi mama-mama dalam mengembangkan usaha tersebut, terutama berkaitan dengan peralatan dan modal.

‎“Kalau ada kesulitan yang dihadapi oleh mama-mama tadi terkait dengan peralatan dan juga modal, ini akan dibantu Pemerintah Kabupaten Manokwari,” tuturnya.

‎Selain pengolahan dodol matoa, Hermus berharap pengembangan usaha tersebut dapat diikuti dengan peningkatan produksi buah matoa di wilayah Warmare.

‎Saat ini, kata dia, bahan baku matoa untuk produksi masih didatangkan dari sejumlah tempat lain. Karena itu, budidaya matoa di wilayah tersebut perlu dikembangkan agar bahan baku dapat tersedia secara berkelanjutan.

‎“Kita juga nanti akan melihat dari sisi volumenya, program budidaya matoa juga kalau bisa dibantu untuk memanfaatkan potensi lahan yang tersedia hari ini,” katanya.

‎Hermus berharap keberadaan industri kecil pengolahan matoa di Kampung Dindey dapat membuka lapangan pekerjaan bagi mama-mama Papua, khususnya mama-mama Arfak.

‎Ia menilai, apabila usaha tersebut berkembang, maka tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga memberikan penghasilan yang lebih tetap bagi masyarakat dan membantu meningkatkan pendapatan per kapita di wilayah tersebut.

‎“Kita berharap nanti ada industri kecil yang bisa kita hasilkan di sini dan bisa menyediakan lapangan pekerjaan bagi mama-mama Papua yang ada. Kemudian mama-mama Arfak ini bisa memiliki penghasilan yang tetap,” ujarnya.

‎Hermus juga menyampaikan terima kasih kepada Menteri Transmigrasi serta Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga yang telah hadir dan memberikan pendampingan kepada masyarakat di Kampung Dindey.

‎Ia berharap program yang telah dimulai tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi terus berkembang menjadi usaha masyarakat yang memberikan manfaat dalam jangka panjang.(LP3/Red)

Latest articles

DPRK Teluk Wondama Kunjungi Kemendag Minta Bantu Revitalisasi Pasar Iriati

0
JAKARTA, LinkPapua.id – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Teluk Wondama, Papua Barat, melalui Komisi B meminta bantuan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk merevitalisasi Pasar Sentral...

More like this

DPRK Manokwari Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Pemda Siap Tingkatkan Tata Kelola

MANOKWARI, Linkpapua.id – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Manokwari menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda)...

Bantu Masyarakat Jayapura, Pertamina Patra Niaga Sediakan Paket Sembako Terjangkau

MANOKWARI, Linkpapua.id-PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku terus berbagi manfaat kepada masyarakat dengan...

Pendapatan dan PAD Tak Capai Target, Gabungan Fraksi PDI-P Pertanyakan Kinerja Pemda

MANOKWARI, Linkpapua.id – Gabungan Fraksi PDI Perjuangan dan Fraksi Kebangkitan Bangsa DPRK Manokwari menyoroti...