MANSEL, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan meninjau langsung perkebunan kopi dan nilam di Distrik Oransbari, Manokwari Selatan (Mansel). Kunjungan ini dilakukan guna mendorong kedua komoditas tersebut menjadi produk pertanian unggulan di Papua Barat.
“Pertanian kopi dan nilam ini sangat strategis karena di Papua Barat pengembangannya saat ini baru terpusat di Manokwari Selatan. Ini menjadi peluang besar untuk kita dorong sebagai komoditas unggulan daerah,” ujar Dominggus saat kunjungan, Kamis (2/4/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Dominggus didampingi langsung Bupati Mansel Bernard Mandacan saat melihat lahan milik petani lokal. Kopi dan nilam dinilai telah memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.
“Jadi nilam ini sudah dipanen saat usia tujuh bulan dengan memetik daunnya. Panen berikutnya dilakukan empat bulan kemudian dan terakhir juga empat bulan dengan mencabut akarnya untuk digantikan tanaman baru,” jelas Dominggus saat menerima penjelasan dari petani.
Sistem tanam di Oransbari diketahui menggunakan pola tumpang sari dengan menggabungkan kopi dan nilam di satu lahan. Pola ini dianggap sangat efektif untuk mendongkrak produktivitas lahan serta menjaga keberlanjutan pendapatan petani.
“Hasil pertemuan dengan Menteri Pertanian, kita akan mendapatkan dukungan untuk pengembangan pertanian, baik melalui program peningkatan produksi. Kita juga ditantang untuk menyiapkan lahan untuk budidaya tanaman kakao,” ungkapnya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat kini berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pemerintah kabupaten untuk melakukan pengembangan dari hulu ke hilir. Dukungan yang disiapkan meliputi pembagian bibit unggul, penyediaan sarana prasarana, hingga pembukaan akses pasar seluas-luasnya.
Dominggus menegaskan langkah ini sejalan dengan dukungan yang diberikan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian. Dia berharap sektor pertanian di Mansel dapat tumbuh pesat dan menjadi pilar utama kesejahteraan masyarakat Papua Barat. (LP14/red)
