MANOKWARI, LinkPapua.id – Pengurus Rumah Besar Flobamora (PRBF) atau Ikatan Keluarga Flobamora Papua Barat menghimpun sekitar Rp163 juta dari penggalangan dana untuk membantu korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain aksi di jalan selama sepekan, pengurus juga mengumpulkan bantuan di Kantor Gubernur Papua Barat.
Dari penggalangan di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (24/8/2026), dana yang terkumpul mencapai Rp5.441.000. Ketua Umum PRBF/Ikatan Keluarga Flobamora Papua Barat Clinton C Tallo mengatakan bantuan belum langsung disalurkan karena masih menunggu seluruh donasi terkumpul.
Clinton mengatakan pengurus masih menunggu bantuan dari sejumlah kabupaten di Papua Barat dan pemangku kepentingan lainnya. Hasil penghimpunan dari daerah-daerah tersebut nantinya akan digabung sebelum menentukan mekanisme penyaluran.
“Penyaluran dana akan dilakukan setelah semua dana dari kabupaten lain terkumpul. Kami akan melakukan rapat internal untuk memutuskan apakah bantuan dikirim atau diantar langsung ke sana,” ujar Clinton di Manokwari, Senin (24/8/2026).
Selain uang, posko Flobamora Papua Barat tetap menerima bantuan dalam bentuk pakaian layak pakai dan obat-obatan. Masyarakat masih dapat menyerahkan bantuan melalui posko yang telah disiapkan pengurus.
Koordinasi dengan pemerintah kabupaten di Papua Barat juga terus berlangsung. Pemkab Manokwari disebut akan menyalurkan bantuan secara mandiri, sedangkan sejumlah kabupaten lain telah berkoordinasi untuk menyerahkan bantuan yang dihimpun.
Penggalangan tersebut merupakan bagian dari gerakan solidaritas Flobamora secara nasional untuk membantu masyarakat NTT yang terdampak gempa. Pengurus Flobamora sebelumnya telah melakukan koordinasi secara daring untuk menyepakati mekanisme pengumpulan dan penyaluran bantuan.
Bantuan dari Papua Barat direncanakan disalurkan setelah seluruh donasi dan koordinasi selesai. Penyaluran diperkirakan berlangsung pada September 2026. (LP14/red)
