MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan meminta PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam rencana pengembangan industri pupuk di Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Dia menilai pelibatan masyarakat sejak awal menjadi faktor penting bagi keberlanjutan investasi di daerah.
“Nantinya setelah industri pupuk dibangun pastinya membutuhkan tenaga kerja. Saya minta turut direkrut pemuda-pemuda di lokal,” ujar Dominggus saat menerima audiensi jajaran PT Pupuk Kalimantan Timur di rumah dinas Gubernur Papua Barat, Manokwari, Kamis (30/7/2026).
Dominggus mengatakan perusahaan perlu melibatkan masyarakat setempat sejak tahap awal pengembangan proyek. Menurutnya, keterlibatan tenaga kerja lokal akan memberikan manfaat langsung sekaligus mendukung keberlangsungan investasi.
Dia menegaskan pengabaian terhadap tenaga kerja lokal berpotensi memunculkan persoalan sosial di kemudian hari. Karena itu, perusahaan diminta membuka ruang bagi pemuda asli daerah untuk terlibat dalam operasional industri.
“Ketika masyarakat lokal, pemuda-pemuda selaku yang punya tempat, mereka tidak dilibatkan, maka akan menjadi masalah di kemudian hari,” katanya.
Selain itu, Dominggus menilai kesempatan kerja akan menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap investasi yang masuk ke Papua Barat. Kondisi tersebut juga diharapkan menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif.
Dia menambahkan perusahaan tidak hanya diminta memprioritaskan pemuda di Kabupaten Fakfak. Pemberdayaan tenaga kerja dari berbagai suku di Papua Barat juga perlu dilakukan sesuai kebutuhan perusahaan.
Dominggus berharap pembangunan industri pupuk tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dia juga ingin proyek tersebut meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan pengembangan sumber daya manusia di Papua Barat. (LP14/red)
