MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyebut pengangkatan 1.299 tenaga honorer Papua Barat menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menekan angka kemiskinan. Kebijakan itu juga ditujukan memenuhi kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Papua Barat.
“Kalau pejabat memiliki kepedulian untuk menekan angka kemiskinan, maka formasi ini harus diperjuangkan sampai tuntas,” ujar Dominggus usai memimpin apel gabungan di Kampung Inamberi, Manokwari, Jumat (3/7/2026).
Pengangkatan tersebut mencakup 1.299 tenaga honorer yang terdiri atas Formasi 1.002 dan Formasi 297. Formasi 1.002 merupakan formasi calon ASN tahun 2021 yang ditargetkan pemerintah pusat untuk segera diselesaikan.
Dominggus menjelaskan seluruh tahapan penyelesaian formasi telah rampung, mulai dari verifikasi data, penginputan berkas hingga pelaksanaan seleksi. Seluruh surat keputusan (SK) pengangkatan juga telah ditandatangani.
SK pengangkatan akan diserahkan kepada para honorer pada apel gabungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (6/7/2026) di Kantor Gubernur Papua Barat. Penyerahan tersebut diharapkan memberikan kepastian status kepegawaian bagi seluruh honorer.
Pemerintah pusat semula menetapkan kuota 8.100 formasi ASN untuk wilayah Papua Barat sebelum pemekaran Provinsi Papua Barat Daya. Setelah pemekaran, Papua Barat memperoleh alokasi sebanyak 4.381 formasi.
Dominggus menambahkan kuota tersebut kemudian didistribusikan kepada tujuh pemerintah kabupaten dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat. Dari jumlah itu, Pemprov Papua Barat memperoleh alokasi sebanyak 1.002 formasi.
Menurutnya, Kementerian PAN-RB awalnya menargetkan penyelesaian formasi tersebut pada akhir 2021. Namun, pemerintah daerah masih diberikan kesempatan menuntaskan proses pengangkatan karena adanya kendala administrasi. (LP14/red)
