MANOKWARI, Linkpapua.id-Pemerintah Kabupaten Manokwari menggelar kerja bakti massal sebagai bagian dari persiapan akhir menyambut Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIV tingkat nasional yang akan dibuka dalam tiga hari ke depan.
Bupati Manokwari Hermus Indou dalam arahannya Rabu (17/6/2026) di RTP Borarsi, menegaskan komitmen untuk memastikan seluruh rangkaian Pesparawi dapat berjalan dengan baik, aman, dan damai. Selain menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), seluruh elemen masyarakat juga diajak menjaga kebersihan lingkungan sebagai bentuk dukungan terhadap suksesnya pelaksanaan ajang nasional tersebut.
Pemerintah daerah menyoroti masih minimnya kehadiran aparatur sipil negara (ASN) dalam apel kerja bakti. ASN diingatkan untuk tidak hanya menuntut hak, tetapi juga menjalankan kewajiban dan tanggung jawab dalam mendukung program pemerintah.
“Hanya berharap gaji tetapi tidak melaksanakan tugas dengan baik tentu tidak bisa dibenarkan. Semua ASN harus ikut berpartisipasi menyukseskan Pesparawi,” tegas Bupati.
Berdasarkan hasil pemantauan di sejumlah titik kota, Hermus masih menemukan beberapa lokasi yang dipenuhi sampah. Pemerintah meminta agar seluruh titik tersebut dapat dibersihkan pada hari yang sama, terutama di kawasan jalan protokol yang akan menjadi wajah utama Manokwari bagi para tamu dan peserta Pesparawi.
Pemerintah mengingatkan agar pemasangan baliho dilakukan secara tertib dan tidak dipasang pada pagar pembatas atau lokasi yang mengganggu estetika kota.
“Kami minta baliho yang tidak sesuai ketentuan dipindahkan dengan baik. Penataan harus dilakukan agar kota terlihat rapi dan indah,” ujarnya.
Para lurah juga diminta mengerahkan ketua RT dan RW untuk menggerakkan masyarakat melakukan pembersihan lingkungan di wilayah masing-masing. Pemerintah bahkan menjadwalkan kerja bakti lanjutan pada Jumat mendatang guna memastikan kebersihan tetap terjaga hingga pelaksanaan Pesparawi.
Lebih jauh, pemerintah berencana memermanenkan Gerakan Indonesia Asri sebagai agenda rutin bulanan. Program tersebut diharapkan menjadi budaya bersama sehingga kebersihan lingkungan tidak hanya dilakukan saat ada kegiatan besar, tetapi menjadi kebiasaan masyarakat sehari-hari.
“Ke depan, gerakan pembersihan akan dilaksanakan setiap bulan. Kita ingin Manokwari benar-benar bersih, tertata, dan nyaman bagi masyarakat maupun tamu yang datang,” katanya.(LP3/Red)
