MANOKWARI, Linkpapua.id – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Papua Barat resmi menutup rangkaian Pelatihan Pelatih dan Wasit Lisensi C Zona Maluku-Papua, Sabtu (23/5/2026) malam di Manokwari.
Penutupan kegiatan dilakukan oleh Ketua Pengprov Perbasi Papua Barat yang diwakili Bendahara Umum, Haryono M.K. May. Kegiatan tersebut diikuti peserta dari sejumlah daerah di wilayah Maluku dan Papua sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di cabang olahraga bola basket.
Dalam sambutannya, May mengatakan pelatihan tersebut tidak hanya bertujuan memberikan lisensi kepada peserta, tetapi juga membangun kapasitas, karakter, serta komitmen para pelatih dan wasit dalam memajukan olahraga basket di daerah masing-masing.
“Pelatihan ini bukan sekadar tentang memperoleh lisensi, tetapi tentang membangun kapasitas, karakter, dan komitmen untuk melahirkan pelatih dan wasit yang berintegritas, profesional, serta mampu menjadi pilar kemajuan bola basket di daerah masing-masing,” ujarnya.
Ia berharap seluruh peserta dapat menerapkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan untuk mengembangkan ekosistem bola basket di daerahnya masing-masing.

“Kepada seluruh peserta, saya berharap ilmu, pengalaman, dan semangat yang telah diperoleh selama pelatihan ini tidak berhenti di ruangan ini, tetapi dibawa pulang, dikembangkan, dan diteruskan demi membangun ekosistem bola basket yang lebih kuat, mulai dari akar rumput hingga prestasi yang membanggakan,” katanya.
May juga menyampaikan harapan agar Perbasi Papua Barat semakin maju dan solid dalam melahirkan atlet-atlet potensial dari Tanah Papua yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Harapan kita bersama, semoga Perbasi Papua Barat semakin maju, semakin solid, dan terus melahirkan talenta-talenta hebat dari Tanah Papua yang kelak mengharumkan nama daerah dan bangsa di tingkat nasional maupun internasional,” tandasnya.
Sebelumnya, Ketua panitia, Hengky Kirihio, mengatakan pelatihan ini diikuti peserta dari berbagai daerah, antara lain Wamena, Biak Numfor, Kota Sorong, Teluk Bintuni, Fakfak, Kaimana, serta utusan dari Papua Barat dan Papua Barat Daya.
“Total peserta sebanyak 60 orang, terdiri dari 30 peserta pelatihan perwasitan dan 30 peserta pelatihan pelatih,” ujarnya.
Menurut Hengky, tingginya antusiasme peserta menunjukkan adanya kepedulian masyarakat terhadap perkembangan olahraga bola basket di Tanah Papua.(LP3/Red)
