28.1 C
Manokwari
Kamis, Maret 5, 2026
28.1 C
Manokwari

Search for an article

More

    Hasil Visum Remaja Tewas di Pantai Manokwari: Leher Patah Dipukul Balok

    Published on

    MANOKWARI, LinkPapua.id – Polresta Manokwari, Papua Barat, mengungkap hasil visum terhadap remaja berinisial FR (18) yang tewas di kawasan Pantai Petrus Kafiar. Korban dipastikan meninggal dunia akibat luka fatal pada bagian leher usai diserang orang tak dikenal (OTK) menggunakan balok kayu.

    “Untuk penyebab kematian, berdasarkan hasil visum dari pihak rumah sakit kemungkinan besar leher korban patah. Rencana autopsi sebenarnya ada, namun keluarga korban tidak berkenan dilakukan autopsi karena menurut mereka penyebab kematian sudah jelas,” ujar Kasat Reskrim Polresta Manokwari AKP Agung Gumara Samosir, Kamis (5/3/2026).

    Insiden ini bermula saat korban bersama rekan perempuannya, SAP (15), sedang menunggu waktu berbuka puasa di pinggir pantai. Pelaku tiba-tiba datang menghampiri dan melakukan penyerangan membabi buta saat kondisi di lokasi kejadian mulai gelap.

    “Pelaku menendang kursi tempat korban duduk. Saat korban laki-laki bertanya, ‘Kakak, saya salah apa?’, pelaku langsung memukul menggunakan balok kayu. Ketika korban perempuan berteriak meminta pertolongan, pelaku juga memukul dan menendangnya. Korban perempuan juga mengaku sempat mengalami pelecehan, namun hal itu masih kami dalami,” ungkap Agung.

    Aparat kepolisian telah melakukan olah TKP dan menemukan sejumlah barang bukti kunci berupa balok kayu serta pakaian milik korban. Selain melakukan kekerasan fisik, pelaku diketahui menggasak barang berharga milik kedua pelajar SMA tersebut.

    Pihak kepolisian saat ini telah mengantongi sejumlah identitas yang diduga berkaitan dengan aksi pembunuhan dan perampokan ini. Kendati demikian, polisi masih merahasiakan nama-nama tersebut demi kelancaran proses pengejaran di lapangan.

    Kondisi rekan perempuan korban yang selamat hingga kini dilaporkan masih mengalami trauma berat akibat peristiwa mencekam itu. Tim penyidik masih menunggu kondisi psikis saksi pulih sebelum melakukan pemeriksaan mendalam terkait ciri-ciri pelaku.

    “Pada prinsipnya pola pikir kriminal itu yang harus kita ubah. Jangan karena melihat kesempatan lalu muncul niat melakukan kejahatan. Mari kita jaga bersama ketertiban dan keamanan karena ketertiban itu juga tercipta dari kita semua sebagai masyarakat,” tutup Agung. (LP2/red)

    Latest articles

    Gubernur Papua Barat Bahas Penguatan Pengelolaan Keuangan Daerah dengan Kemendagri

    0
    JAKARTA, LinkPapua.id - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menemui Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fatoni di Jakarta. Pertemuan membahas penguatan sistem pengelolaan keuangan...

    More like this

    Polisi Dalami Dugaan Pelecehan Rekan Korban Pembunuhan di Pantai Manokwari

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Polresta Manokwari, Papua Barat, tengah mendalami dugaan pelecehan seksual yang dialami...

    Polisi Kantongi Identitas Terduga Pembunuh Remaja di Pantai Manokwari

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Polresta Manokwari, Papua Barat, mulai menemukan titik terang terkait kasus pembunuhan...

    DPRK Wondama Geram 2 Kapal Subsidi Docking Bareng: Rugikan Masyarakat!

    TELUK WONDAMA, LinkPapua.id - Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Teluk Wondama, Papua Barat, menyayangkan...
    Exit mobile version