Hermus Ingatkan Komitmen PT Medco: Jangan Pangkas Hak Petani

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com-Bupati Manokwari Hermus Indou meminta PT Medco Papua Hijau Selaras menjaga kemitraan dengan petani sawit agar tidak terjadi disharmonisasi. Perusahaan dan petani harus beriringan dan saling menguntungkan.

“Dan pemerintah dalam hal ini hendak memastikan bahwa hubungan pemerintah daerah dengan perusahan serta mitra kerja yaitu koperasi dan para petani kelapa sawit berjalan baik. Semua yang terkait dengan pengelolaan perkebunan di dataran ini harus harmonis,” pinta Hermus saat bertemu manajemen PT Medco dengan koperasi dan para petani di pabrik kelapa sawit (PKS ) PT Medco, Selasa (22/3/2022).

Hermus meminta semua pihak menyatukan persepsi. Jangan sampai ada persepsi yang berbeda – beda. Tentu akan memengaruhi perilaku yang kemudian saling merugikan.

Baca juga:  Seleksi CPNS-PPPK Teluk Bintuni Segera Dibuka, Ada 1.600 Lebih Formasi

“Merugikan perusahan, merugikan para petani kelapa sawit dan mitra kerja.
Kita datang ini untuk memastikan hubungan kerja antara perusahan, mitra dan petani harus bisa berlangsung dengan baik. Jika ada hal yang keliru mari kita duduk sama – sama dan samakan persepsi. Kita luruskan bersama – sama supaya hal seperti itu tidak menghambat kita didalam melaksanakan kegiatan – kegiatan perekonomian,” papar Hermus

Menurutnya, pemkab pada prinsipnya hendak memastikan pelayanan. Sekaligus menjamin efektivitas, keamanan, keadilan bagi semua pihak.

Baca juga:  Timnas Indonesia U-17 Lolos ke Perempat Final Piala Asia, Kantongi Tiket Piala Dunia 2025

Petani yang sudah bersusah payah untuk memanen hasil kebunnya dan menjual ke perusahan. Pertama tentu diharapkan PT Medco harus mengacu pada Permentan terkait arga yang berlaku.

Jangan sampai kata Hermus ada harga yang di bawah atau melebihi dari harga yang sudah ditetapkan dari pemerintah. Kata dia ini bisa merusak hubungan kemitraan.

“PT Medco dalam melakukan hubungan dengan petani dia bekerja sama dengan dua mitra yaitu Koperasi Arfak Sejahtera Mandiri dan Koperasi Tunas Meyakh,” jelasnya.

Hermus menegaskan, Pemerintah Kabupaten Manokwari sudah menetapkan kebijakan bahwa PT Medco tidak melakukan kemitraan tunggal dengan satu koperasi dan satu koperasi membawahi koperasi yang lain.

Baca juga:  Rico Sia Ungkap Rencana Pembangunan Politeknik Kepariwisataan di Raja Ampat

“Kita larang dengan keras untuk koperasi A mengintervensi urusan koperasi B begitupun sebaliknya tidak boleh. Karena kita memastikan supaya birokrasinya pendek birokrasi ini jangan memangkas hak – hak petani. Hak petani harus sampai kepada petani jangan di Pangkas,” tegas
Hermus.

Namun Hermus mengaku salut karena hadirnya PT Medco membuka lapangan kerja yang luas bagi masyarakat.

“Saya berharap kita bisa rawat kelapa sawit yang ada dan juga kita menjaga perusahan yang ada hari ini untuk tetap eksis dan memberikan manfaat bagi semua masyarakat,” imbuhnya. (LP8/red)

Latest articles

Dominggus Bantu Mahasiswa Yahukimo Rp100 juta-Sembako, Minta Fokus Kuliah dan Jaga...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan memberikan bantuan Rp100 juta dan 50 paket sembako kepada mahasiswa asal Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, yang...

More like this

Anak Dirawat Sepekan, Humairah Terbantu JKN Tanpa Beban Biaya

MANOKWARI, LinkPapua.id – Humairah Rhamat merasa terbantu dengan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) saat...

TK/PAUD hingga SMA di Manokwari PJJ Mulai 7 Oktober Imbas Kabut Asap

MANOKWARI, LinkPapua.id - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Manokwari, Papua Barat, memberlakukan pembelajaran jarak jauh...

Terusir dari Kontrakan, Wagub Papua Pegunungan Pakai Uang Pribadi Bantu Mahasiswa Yahukimo di Manokwari

MANOKWARI, LinkPapua.id – Wakil Gubernur (Wagub) Papua Pegunungan Ones Pahabol membantu mahasiswa Yahukimo yang...