MANOKWARI, Linkpapua.id – Rangkaian kegiatan Gebyar Agustus Ceria dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia berlangsung meriah. Kegiatan yang dipusatkan di eks Kantor Bupati Manokwari tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang interaksi bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Manokwari.
Ketua Panitia Gebyar Agustus Ceria, Johani Makatita, mengatakan kegiatan tersebut merupakan rangkaian terakhir dari seluruh agenda Agustus Ceria yang telah dilaksanakan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 RI.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi dan kolaborasi antara pelaku UMKM dengan berbagai pihak, termasuk sanggar senam.
“UMKM menjadi salah satu penggerak ekonomi terbesar. Karena itu, kami ingin kegiatan ini menjadi ajang untuk berkumpul, bersilaturahmi dan membangun kolaborasi. Ini sudah tahun kedua kami laksanakan dan ke depan kami berharap dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pengunjung,” ujarnya pada Minggu (23/8/2026).
Sementara itu, Bupati Manokwari Hermus Indou memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Gebyar Agustus Ceria. Ia menilai keberadaan UMKM memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Hermus mengatakan, makna kemerdekaan harus dapat dirasakan secara nyata oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari kelompok ekonomi atas hingga masyarakat di tingkat bawah.
“UMKM memberikan kontribusi besar bagi perekonomian daerah. Yang penting dimaknai adalah kemerdekaan harus dirasakan secara nyata dari kelas atas sampai yang paling bawah,” kata Hermus.
Ia menyebutkan, pertumbuhan ekonomi di Manokwari juga banyak ditopang oleh aktivitas UMKM masyarakat. Selain menggerakkan roda ekonomi, UMKM turut membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan daya beli masyarakat.
“UMKM tidak bisa dipandang sebelah mata karena menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi. Banyak orang bekerja di sektor UMKM dan dari aktivitas itu daya beli masyarakat juga meningkat,” jelasnya.
Menurut Hermus, aktivitas UMKM juga memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah melalui kewajiban pajak. Karena itu, pengembangan UMKM perlu mendapat perhatian dan dukungan dari seluruh pihak.
Ia menegaskan, pembangunan Manokwari tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah daerah, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk pelaku UMKM.

“Bangun Manokwari tidak bisa dari pemerintah daerah saja, tetapi juga membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat. UMKM juga bisa menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat,” tuturnya.
Hermus juga mengingatkan para pelaku UMKM agar memastikan usaha yang dijalankan memiliki izin resmi. Menurutnya, legalitas usaha penting agar pelaku UMKM dapat berpartisipasi secara lebih luas dalam pembangunan daerah sekaligus memperoleh akses terhadap berbagai program pemerintah.
Ia berharap pelaku UMKM dapat terus membangun kolaborasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, terutama dalam hal pelatihan, pengembangan kapasitas hingga perluasan akses pasar.
“UMKM membutuhkan kolaborasi bersama dinas terkait agar bisa mendapatkan pelatihan dan mampu merebut pasar. Pemerintah akan terus mendorong agar UMKM dapat berkembang dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah,” pungkasnya.(LP3/Red)
