JAKARTA, LinkPapua.id – Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menerima pemulangan delapan artefak budaya asal Papua dari Amerika Serikat (AS) sebagai bagian dari repatriasi benda cagar budaya Indonesia. Artefak tersebut terdiri dari tengkorak manusia berukir, kapak batu, kapak beliung dari kawasan Danau Sentani, hingga pemukul kayu berhias dari suku Asmat.
“Kami berharap benda-benda cagar budaya tidak ada lagi yang diperdagangkan secara ilegal. Benda-benda tersebut harus menjadi kekayaan budaya yang kita pelihara,” kata Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam keterangannya dikutip LinkPapua.id, Senin (27/7/2026).
Lima artefak diserahkan langsung Direktur FBI Kash Patel kepada Presiden Prabowo Subianto yang didampingi Fadli Zon. Sementara itu, tiga artefak lainnya lebih dulu diserahkan FBI kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington D.C. untuk diproses pemulangannya.
Delapan artefak tersebut terdiri atas tengkorak manusia berukir, kapak batu, kapak beliung dari kawasan Danau Sentani, serta pemukul kayu berhias dari suku Asmat. Seluruh benda itu merupakan bagian dari artefak budaya Papua yang dipulangkan ke Indonesia.
Fadli mengatakan pemulangan artefak tersebut merupakan hasil kerja sama Kementerian Kebudayaan dengan FBI dalam memerangi perdagangan ilegal benda cagar budaya. Kerja sama itu juga menjadi bagian dari upaya perlindungan terhadap warisan budaya Indonesia.
Dia menambahkan pemerintah akan terus mengupayakan pemulangan benda-benda cagar budaya Indonesia yang berada di luar negeri. Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai lembaga internasional. (*)
