Pencarian Rombongan Jurnalis di Sekitar Anak Krakatau, Tim SAR Temukan Jeriken-Life Jacket

Published on

PANDEGLANG, LinkPapua.id – Tim SAR gabungan menemukan empat barang saat mencari lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau. Empat barang itu terdiri dari satu jeriken minyak, satu helm, dan dua jaket pelampung atau life jacket.

Keempat barang tersebut ditemukan KN SAR Tetuka saat melakukan penyisiran di sektor lima. Temuan itu berada di sejumlah titik koordinat yang berbeda di wilayah pencarian.

“Saat ini (empat barang tersebut) dalam perjalanan menuju Dermaga Ciwandan,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad di Posko SAR Carita, Pandeglang, Sabtu (12/9/2026).

Jeriken minyak berwarna biru ditemukan sekitar pukul 10.05 WIB. Kemudian, pada pukul 12.33 WIB, tim menemukan helm berwarna merah.

Selanjutnya, pada pukul 17.10 WIB, KN SAR Tetuka menemukan life jacket berwarna oranye. Sekitar satu jam kemudian, tepatnya pukul 18.09 WIB, kembali ditemukan life jacket berwarna merah.

Amrad mengatakan barang-barang tersebut ditemukan di sejumlah titik koordinat yang berbeda di wilayah pencarian. Seluruh temuan kemudian dibawa menuju Dermaga Ciwandan.

“Untuk hasil identifikasi nanti disampaikan lebih lanjut oleh pihak yang berwenang. Kami sudah menyerahkan temuan tersebut, tinggal kita tunggu bersama hasilnya,” ujarnya.

Amrad menegaskan belum dapat memastikan apakah barang-barang tersebut berkaitan dengan speedboat Arupadhatu 1 yang membawa lima jurnalis dan tiga kru kapal. Sebelumnya, tim SAR juga menemukan dua life jacket dalam operasi pencarian.

Kapolda Banten Irjen Hengki pada Sabtu memastikan dua life jacket yang ditemukan pada hari ketiga dan keempat bukan merupakan perlengkapan keselamatan milik Arupadhatu 1. Kepastian itu berdasarkan keterangan pemilik kapal, Sandi Wiyasa.

Selain menemukan sejumlah barang, pencarian hari kelima belum menemukan keberadaan delapan orang yang dilaporkan hilang kontak. Sebanyak 14 alat utama atau alut dikerahkan dalam operasi hari kelima dan dibagi menjadi tujuh sektor pencarian.

Salah satu sektor merupakan pencarian udara menggunakan Helikopter Rescue 3604. Namun, pencarian udara hanya berlangsung sekitar 41 menit karena kondisi berkabut tebal.

Sortie kedua tidak dapat dilakukan karena jarak pandang terbatas. Amrad mengatakan kabut tebal menjadi kendala utama yang dilaporkan seluruh unsur SAR yang melakukan pencarian.

“Kendala utama di lapangan berdasarkan laporan seluruh tim SAR gabungan adalah kabut tebal yang sangat mengganggu jarak pandang,” ungkapnya.

Delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri dari lima jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudhis, Daus, dan Donal. Tiga lainnya merupakan kru speedboat Arupadhatu 1, yaitu Warta, Surakman, dan Heriyanto.

Hingga pencarian hari kelima berakhir, keberadaan mereka masih belum diketahui. Operasi SAR akan kembali dilanjutkan pada Minggu (13/9/2026). (*/red)

 

Latest articles

Panitia Raker FGM GKI se-Tanah Papua Apresiasi Dukungan Bupati Teluk Bintuni

0
TELUK BINTUNI, Linkpapua.id– Lebih dari 200 peserta dari berbagai wilayah di Tanah Papua telah tiba di Kabupaten Teluk Bintuni untuk mengikuti Rapat Kerja (Raker)...

More like this

‎BPJS Kesehatan: Rp5,1 Triliun Dana Bantuan JKN Terpakai Bayar Klaim

JAKARTA, LinkPapua.id - BPJS Kesehatan telah menggunakan Rp5,1 triliun dari dana bantuan pemerintah sebesar...

Mendikdasmen Kunjungi PWI Pusat, Dorong Penguatan Jurnalistik-Literasi Media di Sekolah

JAKARTA, LinkPapua.id – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mendorong penguatan pendidikan...

‎BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan 31 Asuransi Kesehatan Tambahan

BOGOR, LinkPapua.id – BPJS Kesehatan memperluas kerja sama dengan perusahaan Asuransi Kesehatan Tambahan (AKT)...