Industri Terpukul, Wabup Dorong Kebangkitan UMKM di Teluk Bintuni

Published on

BINTUNI, Linkpapuabarat.com- Sektor industri mengalami kontraksi paling dalam akibat pandemi. Kondisi ini memberi tekanan pada ekonomi nasional, yang berimbas menurunnya daya serap lapangan kerja.

Demikian dikatakan Wakil Bupati Teluk Bintuni Matret Kokop saat mendampingi Gubernur Papua Barat menyalurkan bantuan untuk sektor formal dan informal, Jumat (5/3/2021).

Menurut Matret, masyarakat mengalami
penurunan konsumsi atau daya beli. Satu-satunya sektor yang dipercaya mampu bertahan dalam situasi pandemi adalah UMKM.

“Bahkan untuk membeli bahan pokok saja dirasakan sangat sulit di masa-masa sekarang ini. Hal ini memberikan beban kepada pelaku usaha kecil menengah maupun masyarakat sebagai konsumen,” jelasnya.

Padahal, sebagai sektor yang berperan dalam membuka lapangan kerja bagi 96,87% angkatan kerja di Indonesia, maka UMKM memiliki posisi penting dalam keberlangsungan perekonomian Indonesia.

Merujuk pada pengalaman pada tahun 1998 lalu, membuktikan bahwa sektor UMKM dapat bertahan dari hantaman krisis ekonomi. Hal ini ditunjukkan dengan pertumbuhan positif yang dicapai UMKM pada saat-saat krisis.

“Oleh karenanya, dengan memperkuat peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian, diharapkan kondisi makroekonomi Indonesia menjadi lebih tahan banting terhadap ketidakpastian global di tahun ini maupun di tahun-tahun mendatang,” kata Matret.

Matret juga memuji kepedulian Pemprov Papua Barat yang telah menggulirkan banyak program berbasis ekonomi. Ia menilai, pemprov cukup tanggap dengan kondisi ini. Pemprov menggulirkan bantuan program tangan kasih yang kelompok terdampak yakni pekerja formal dan informal.

“Hari ini kita perlu bersyukur karena Pemprov Papua Barat juga menaruh perhatian besar kepada hal ini melalui penyerahan bantuan kepada pekerja sektor formal dan informal melalui Program Tangan Kasih. Bapak Gubernur beserta jajaran juga menaruh perhatian kepada masyarakat Teluk Bintuni beserta pelaku UKM di kabupaten ini sehingga di hari ini kita juga mendapat bantuan bahan pokok Tahap III dan bantuan dana stimulan bagi pelaku UKM,” paparnya.

Seperti diketahui, menghadapi hantaman pandemi di berbagai sektor, pemerintah pusat menargetkan dapat membantu 6 juta pekerja terdampak. Salah satunya melalui kartu prakerja kepada pekerja sektor informal dan melalui BPJS Ketenagakerjaan kepada pekerja sektor formal.

Dalam kesempatan itu Matret mengajak masyarakat mematuhi protokol pencegahan dan penyebaran Covid 19. Ia juga mengingatkan untuk mendukung program vaksinasi nasional.

“Dengan semangat gotong royong, sikap kepedulian yang tinggi, serta bahu membahu untuk saling menolong di tengah kondisi yang sulit ini, akan berhasil keluar dari kesulitan ini bersama-sama dan mewujudkan Teluk Bintuni yang maju, produktif dan berdaya saing,” tutupnya. (LpB5/red)

Latest articles

Pengangguran di Papua Barat Turun, Pekerja Sektor Formal Capai 118.615 Orang

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru mengenai penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di wilayah Papua Barat. Kondisi ketenagakerjaan tersebut diikuti...

More like this

Polisi Ungkap Motif Pelaku Bunuh Alumni P2TIM Bintuni di Halsel

AMBON, LinkPapua.id - Polisi mengungkap motif Ar (19), terduga pelaku pembunuhan alumni P2TIM Teluk...

Pembunuh Alumni P2TIM Bintuni Ditangkap di Ambon Saat Telepon Pacar

AMBON, LinkPapua.id – Tim gabungan kepolisian meringkus seorang pemuda terduga pelaku pembunuhan terhadap alumni...

Polisi Tangkap Pembunuh Alumni P2TIM Bintuni di Ambon

AMBON, LinkPapua.id - Tim gabungan kepolisian meringkus seorang pemuda terduga pelaku pembunuhan terhadap alumni...